7.000 Lebih Bayi TKI Lahir di Arab Saudi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang melebihi ijin tinggal (overstayed) dari Arab Saudi saat proses pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (1/11). Sebanyak 1.277 TKI overstayed yang terdiri dari dari 1.211 orang dewasa, 39 anak-anak, dan 27 bayi, dipulangkan dari Arab Saudi dengan menggunakan 4 kloter penerbangan.  TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang melebihi ijin tinggal (overstayed) dari Arab Saudi saat proses pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (1/11). Sebanyak 1.277 TKI overstayed yang terdiri dari dari 1.211 orang dewasa, 39 anak-anak, dan 27 bayi, dipulangkan dari Arab Saudi dengan menggunakan 4 kloter penerbangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur, mengatakan banyak tenaga kerja Indonesia melahirkan anak di Saudi Arabia.

    “Data kita mencatat ada 5.800 perempuan yang punya anak. Jumlah anaknya itu sampai 7.000,” kata Gatot ketika dihubungi Tempo, Rabu, 6 November 2013. Menurut Gatot, jumlah tersebut bisa lebih karena tidak mewakili keseluruhan jumlah TKI ilegal di Arab Saudi yang tidak terdata.

    Gatot mengatakan, sebagian besar TKI di Arab Saudi menikah secara siri atau secara agama tanpa mencatatkan pernikahan mereka.

    “Padahal Konsulat Jenderal memfasilitasi kalau ada yang mau mencatatkan pernikahan. Mereka juga bisa memperoleh buku nikah,” kata Gatot.

    Akibatnya, kata dia, banyak anak-anak yang lahir di Arab Saudi tidak memiliki akta kelahiran. Solusinya, kata Gatot, Konsulat Jenderal Republik Indonesia mengadakan program Gerakan Isbat Nikah. Gerakan tersebut bertujuan untuk menetapkan pernikahan pasangan suami dan istri tercatat.

    “Selama dua hari kita menyelenggarakan program ada 66 pasangan yang nikahnya dicatatkan,” kata Gatot.

    Saat ini banyak anak-anak TKI yang ikut ditampung di Tarhil Sumayshi. Untuk mencukupi kebutuhan mereka, KJRI memberikan bantuan susu dan makanan. Karena, menurut Gatot, pasokan makanan untuk para TKI yang ditampung ditarhil kekurangan.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Terpopuler:
    Ibas Disebut Punya Tato, Ani SBY: Itu Fitnah Keji
    Insiden Es Tebu Rombongan Golkar Riuh di Twitter
    Cara Ratu Atut Habiskan Rp 1 Miliar untuk Dandan
    Hakim Cantik Vica Disebut Suka Aneka Pria
    Ical: Saya Tidak Minum Es Tebu
    Para Petinggi Demokrat Keroyok Jokowi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.