Selasa, 23 Oktober 2018

Jelang Vonis, Ini Harapan Fathanah untuk Sefti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Fathanah dan Sefti Sanustika. Tempo/Dhemas Reviyanto

    Ahmad Fathanah dan Sefti Sanustika. Tempo/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan pencucian uang, Ahmad Fathanah, hari ini, Senin, 4 November 2013, menghadapi sidang pembacaan vonis majelis hakim.

    Meski mengaku siap dengan putusan yang akan dijatuhkan oleh majelis hakim, ia berharap istrinya, pedangdut Sefti Sanustika sabar menerima hukuman hakim tersebut. "Biar Sefti sabar aja di rumah," katanya dengan suara serak di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

    Harapan ini ia sampaikan saat berdoa usai melakukan salat Ashar di musala lantai dua gedung pengadilan. Ia pun meminta agar Tuhan memberikan keadilan untuknya. Sefti Sanustika merupakan perempuan terakhir yang dinikahi Ahmad Fathanah. Sebelumnya, orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq ini menikah dengan Siti Fatimah pada 1993. Keduanya dikaruniai tiga orang anak dan bercerai pada 1999.

    Di tahun perpisahan tersebut, Fathanah menikahi Dewi Kirana. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak. Dewi kemudian diceraikan pada 2006. Dua tahun setelah bercerai dengan Dewi, Fathanah menikahi Surti Gulyati. Dengan Surti, Fathanah tak dikaruniai anak.

    Fathanah, kerap disapa Olong, kemudian menikahi Sefti secara siri pada Desember 2011. Mereka dikaruniai seorang anak yang baru lahir pada Maret 2013 atau dua bulan setelah Fathanah dicokok oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. 

    NUR ALFIYAH


    Topik Terhangat
    Roy Suryo Marah di Pesawat | Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar| Adiguna Sutowo |

    Berita Terpopuler
    Guruh Optimis Peran Perpustakaan Cerdaskan Bangsa
    Buku, Sahabat Keluarga Indonesia
    Jangan Pernah Pelit Bicara kepada Anak
    Ini Sensasi Mewah Hermes, Tas yang Disukai Atut 
    Kini Saatnya Cetak Digital Kuku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.