Kejaksaan Agung Akan Periksa 10 Saksi Kasus Bulog Kamis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejaksaan Agung akan memeriksa 10 orang saksi untuk dimintai keterangannya berkaitan dengan dugaan penyelewengan dana nonbujeter Bulog dengan tersangka Akbar Tandjung, Kamis (10/1). Pemeriksaan akan dilakukan tim penyidik yang berjumlah 11 orang yang diketuai Jaksa Penyidik Manaf Djubaedi. Kapuspenkum Kejagung Muljohardjo, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (9/1) siang menyatakan, ke-10 saksi tersebut berasal dari Yayasan Raudatul Jannah dan bank-bank penyalur. Tetapi dia mengaku tidak tahu secara rinci nama-nama saksi yang akan diperiksa tersebut. “Persisnya saya tidak tahu. Sekarang yang bersangkutan (tim penyidik) sedang rapat, coba hubungi saya nanti siang,” kata Muljo. Dalam penyidikan saat ini, tim penyidik mengutamakan pemeriksaan kepada para saksi. Tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat pemeriksaan terhadap Akbar Tandjung juga akan dilakukan. “Sampai saat ini pemeriksaan terhadap Akbar belum dijadwalkan.” Manaf Djubaedi, ketua tim penyidik kasus Akbar juga memimpin penyidikan terhadap Rahardi Ramelan. “Kalau untuk Rahardi Ramelan penyidikan berkaitan dengan kebijakan ia saat menjadi Kepala Bulog. Sedangkan untuk Akbar Tandjung menyangkut pelaksanaan penyaluran sembako bersama yayasan (Raudatul Jannah),” kata Muljo. Dalam kasus ini, kata Muljo, Kejaksaan Agung tidak menetapkan target waktu. Mereka hanya berusaha untuk menyelesaikan kasus sesegera mungkin. Menanggapi kemungkinan terganggunya tugas-tugas Akbar sebagai Ketua DPR dengan adanya pemanggilan dan pemeriksaan tim penyidik, Muljo mengatakan pihaknya akan menyampaikan surat panggilan tiga hari sebelum Akbar diperiksa. (Suseno – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.