Masa Remaja Heru dan Sahabat yang Menangkapnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Heru Sulastyono (kiri) bersama Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata, menunjukkan barang bukti minuman keras ilegal, di Kantor Wilayah Bea dan Cukai, Jakarta, pada 7 Januari 2010. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    Heru Sulastyono (kiri) bersama Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata, menunjukkan barang bukti minuman keras ilegal, di Kantor Wilayah Bea dan Cukai, Jakarta, pada 7 Januari 2010. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Kisah masa remaja mereka bak cerita Lima Sekawan karya Enid Blyton. Heru Sulastyono, Agung Setia Iman Efendi, dan tiga kawannya selalu bersama ke mana-mana. Mereka bermain bola, mengerjakan tugas kelompok belajar, bermain musik, berlatih kempo hingga berkelahi bersama-sama.

    “Pernah kami sama-sama saling membantu berkelahi dengan geng lainnya di lapangan,” kata Agung, polisi berpangkat komisaris besar dan menjabat Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Badan Reserse Kriminal Polri kepada Tempo.

    Mereka memang tinggal berdekatan di Kelurahan Kalianget, Wonosobo, Jawa Tengah. Bahkan, Heru dan Agung teman satu sekolah sejak SD hingga SMA. Mereka sama-sama sekolah di SD Negeri 1 Wonosobo, SMP Negeri 1 Wonosobo, dan SMA Negeri 1 Wonosobo. Sewaktu SMA, mereka duduk sebangku. “Mereka selalu tampak akur,” kata kakak kandung Agung, Hisnu Soebiyakto.

    Ketika lulus SMA, Heru dan Agung berpisah. Heru masuk Universitas Diponegoro Semarang pada 1985 dengan jurusan Teknik Kimia. Sementara Agung masuk Akademi Polisi di Magelang. “Sejak itu saya tak pernah lagi bertemu Heru,” kata Agung.

    Mereka bertemu kembali pada Selasa pekan lalu di rumah kediaman Heru di Kompleks Sutera Renata, Alam Sutera Serpong, Tangerang, Banten. Kali ini sebagai lawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.