Soal Belanja Mewah Ratu Atut, Ini Kata Keluarga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah merupakan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah merupakan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Ratu Tatu Chasanah, angkat bicara soal gaya hidup kakaknya. Ketika dihubungi Tempo pada akhir pekan lalu, Ratu Tatu tak membenarkan atau membantah kakaknya itu kerap bepergian ke luar negeri dan membeli barang-barang mewah. Namun, ujarnya, “Kami keluarga pengusaha. Jadi, kehidupan kami laiknya kehidupan pengusaha.”

    “Kami bukan gelandangan yang mendadak menikmati kekayaan ketika jadi pejabat,” Tatu menambahkan.

    Sebelumnya, sumber Tempo mengungkapkan bahwa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ternyata sering berbelanja di pusat-pusat mode dunia di luar negeri. Misalnya, antara 2011-2012, Atut tercatat bepergian hingga ke separuh bumi dan membelanjakan banyak duitnya untuk membeli barang-barang mewah (baca pula: Terungkap, Ratu Atut Kerap Belanja Keliling Dunia).

    Menurut juru bicara keluarga Ratu Atut, Fitron Nur Ikhsan, Ratu Atut kaya sejak sebelum menjabat. Ayah Ratu Atut, Haji Chasan Sochib, ujarnya, memiliki perusahaan besar, CV Ciomas yang berdiri sejak 1960-an. Menurut Fitron, pada awal Oktober lalu, sejak awal perusahaan ini sudah mendapatkan proyek di Banten dengan nilai ratusan juta. Karena itu, tak heran jika perusahaan ini menjadi besar sejak lama.

    Tentang kekayaan Atut dan keluarga besarnya juga pernah diungkapkan pengacara Tubagus Chaeri Wardhana saat KPK menemukan sejumlah sertifikat di rumah adik Atut itu. Pengacara itu, Efran Helmi Juni, mengaku tidak heran adanya temuan 200 sertifikat tanah tersebut. Menurut dia, Wawan--panggilan Tubagus Chaery Wardhana--sudah kaya sejak lahir.

    "Saya belum mendapat konfirmasi terkait sertifikat tanah itu, baik dari KPK atau Pak Wawan. Tapi memang, dia itu sudah kaya sejak lahir. Kakek-nenek dan orang tuanya memang kaya raya," kata Efran pada 9 Oktober 2013.
    WAYAN AGUS PURNOMO | ANGGA SUKMA WIJAYA

    Topik Terhangat
    Roy Suryo Marah di Pesawat | Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar| Adiguna Sutowo |

    Berita Terpopuler:
    Terungkap, Ratu Atut Kerap Belanja Keliling Dunia
    Heboh Video Polisi Mabuk di Panggung Dangdut
    Masa Remaja Heru dan Sahabat yang Menangkapnya
    Hobi Belanja, Gaji Atut Tahun 2012 Rp 262 Juta  
    15 Teman Heru di Bea Cukai Juga Berekening Gendut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.