Kotabaru Jadi Kawasan Ramah Sepeda Yogyakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pecinta sepeda lipat dari berbagai daerah berkumpul di Yogyakarta (17/5) untuk mengikuti Jambore Sepeda Nasional bertajuk 'Jogja Attack'. Dalam acara ini peserta nggowes bersama menempuh jarak 25 kilometer dari Malioboro menuju Candi Prambanan. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Ratusan pecinta sepeda lipat dari berbagai daerah berkumpul di Yogyakarta (17/5) untuk mengikuti Jambore Sepeda Nasional bertajuk 'Jogja Attack'. Dalam acara ini peserta nggowes bersama menempuh jarak 25 kilometer dari Malioboro menuju Candi Prambanan. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan awal tahun 2014 mendatang kawasan Kotabaru akan menjadi pilot project area ramah sepeda. Pemerintah pun telah mengalokasikan anggaran Rp 180 juta guna menyiapkan kawasanramah sepeda itu.

    Proyek ini menggarap pembuatan jalur khusus dan ruang tunggu sepeda. Setidaknya ada 10 ruas utama yang akan disasar sebagai  kawasan ramah sepeda. Dengan tiga titik utama yakni Jalan Suroto, Jalan FX. Noto, dan Jalan Nyoman Oka.

    Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Windarto menuturkan, dipilihkan Kotabaru sebagai pilot project karena, pertama kawasan itu merupakan salah satu area lembaga pendidikan. Kedua, di kawasan yang banyak peninggalan bangunan lawas itu cukup rindang berkat banyak pohon pohon berusia tua. Ketiga, belum banyak jalur yang dipakai sebagai lokasi parkir.

    “Kami akan rekayasa jalur jalur sepeda dengan lebar sekitar 1,2 sampai 1,5 meter di ruas jalan Kotabaru agar pesepeda nyaman melintas kawasan itu,” kata Windarto, Ahad 3 November 2013.

    Menurut dia, telah disiapkan desain agar kawasan itu nantinya juga memili sejumlah rambu khusus pesepeda. Seperti area penyeberangan juga marka jalan agar jalur utama pesepada tak diserobot kendaraan bermotor.

    Toh Windarto mengatakan, pemerintah kota tak punya konsep untuk menjadikan kawasan Kotabaru sebagai kawasan sepeda. Sebab, kata dia, sejumlah jalan sudah terlanjur dikuasai oleh jalur kendaraan bermotor dan lahan parkir. Misalnya saja kawasan jalan C. Simanjuntak, Jalan Solo, atau Malioboro. “Di jalur jalur padat itu jika dibuatkan jalur sepeda akan muspro karena bakal direbut untuk parkir dan aktivitas kendaraan bermotor,” kata dia. Selain itu, juga perlu waktu lama untuk melakukan pendekatan dengan penghuni jalan agar jalur sepeda bisa diterapkan.

    Menanggapi rencana itu, pegiat komunitas sepeda Jogja Last Friday Yoan Vallone mengapresiasi langkah pemerintah memulai proyek Kotabaru sebagai kawasan ramah sepeda. “Jangan sampai terjadi lagi proyek jalur sepeda ini mubazir seperti yang terjadi di Jalan Solo, yang malah dibuat sebagai batas parkir kendaraan bermotor oleh juru parkir,” kata dia.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.