Ikahi Minta Gaji Hakim Agung Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahkamah Agung. TEMPO/Subekti

    Mahkamah Agung. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) meminta pemerintah menaikkan gaji hakim agung. "Gaji hakim agung itu sangat prinsipil. Ini perlu perhatian," kata Ketua Ikatan Hakim Indonesia cabang Mahkamah Agung, Topane Gayus Lumbuun, di Gedung Mahkamah Agung, Kamis, 31 Oktober 2013.

    Menurut Gayus, gaji pokok seorang hakim agung saat ini yang mencapai Rp 28,8 juta per bulan itu belum cukup untuk memenuhi standar hidup layak seorang hakim dan keluarganya. Mantan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini membandingkan gaji hakim agung yang jauh lebih kecil dibanding hakim tinggi yang bisa memiliki gaji Rp 48 juta per bulan. Jumlah yang hampir sama juga diterima hakim ad hoc yang per bulannya menerima gaji sebesar Rp 45 juta. Bahkan, hakim konstitusi, menurut dia, bisa memperoleh gaji Rp 150 juta per bulan.

    Menurut Gayus, di sejumlah daerah masih ada sejumlah hakim agung yang tidak memiliki rumah layak huni. "Padahal, Mahkamah Agung memiliki anggaran Rp 6,5 triliun dan sering dikembalikan karena belum diserap," katanya. Usulan itu telah disampaikan dalam Musyawarah Nasional IKAHI ke-XVII di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Topik Terhangat:
    Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar | Misteri Bunda Putri | Dinasti Banten


    Berita Terpopuler:
    Detik-detik Menegangkan Penangkapan Heru
    Soal Lurah Susan, Menteri Gamawan Pasrah 
    Kekayaan Prabowo Lebih dari Rp 1,6 Triliun 
    Tolak Ahok, PPP Dinilai Mirip Anak Kecil 
    Polisi Penangkap Heru Teman Sekelas di SMA  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.