Rabu, 14 November 2018

Penculikan Aktivis, Prabowo: Saya Tidak Ngumpet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto Djojohadikusumo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Prabowo Subianto Djojohadikusumo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Prabowo Subianto selalu dikaitkan dengan kasus penculikan aktivis pada akhir masa Orde Baru. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopasus) ini mengakui penculikan itu dan menganggapnya sebagai tindakan yang benar dalam pandangan rezim saat itu.

    Pengakuan Prabowo diungkapkan secara blak-blakan dalam laporan utama majalah TEMPO edisi 28 Oktober 2013. "Kadang dalam pemerintahan, kita sebagai alat pemerintah menjalankan misi yang dianggap benar. Begitu ada pergantian pemerintah, pemerintah baru menganggapnya tidak benar. Saya, kan, hanya petugas saat itu," kata Prabowo.

    Menurut Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini, dia telah mempertanggungjawabkan perbuatan yang menjadi porsinya. "Saya tidak ke mana-mana, saya bertanggung jawab, saya tidak ngumpet," kata dia.

    Kasus penculikan aktivis ini marak terjadi pada 1997-1998. Salah satu kelompok penculik itu bernama Tim Mawar yang berasal dari Kopassus, yang komandan jenderalnya adalah Prabowo. Penculikan oleh Tim Mawar ini akhirnya terungkap dan para penculiknya dihadapkan ke pengadilan militer. Meski beberapa aktivis yang diculik akhirnya bisa hidup bebas, namun sebagian lainnya raib tak diketahui nasibnya.

    Prabowo mengaku tidak tahu pasti apakah ada tim lain di luar Tim Mawar. "Mungkin banyak tim, tapi saya tidak tahu. Saya hanya salah satu, kan, ada beberapa belas panglima," kata Prabowo.

    Dia mengklaim orang-orang yang pernah diculiknya justru berterima kasih padanya. Mereka, kata Prabowo, kini memperjuangkan dirinya untuk menjadi presiden. Sebagian besar dari mereka sudah bergabung ke Gerindra, partai besutan Prabowo. "Sebagian sudah ada yang jadi anggota DPR, calon anggota DPR, atau jadi anggota biasa," kata dia.

    TIM TEMPO | AMIRULLAH

    Topik terhangat:
    Prabowo Subianto | FPI Geruduk Lurah Susan | Misteri Bunda Putri | Dinasti Banten

    Berita lainnya:
    FPI Akan Demo Jokowi Soal Lurah Susan 
    Tak Hanya Susan, FPI Juga Bidik Lurah Grace
    Perusak Rumah Adiguna Sutowo Bernama Floren 
    Ada Landasan Helikopter di Rumah Mewah Prabowo 
    Jakarta Marathon Bikin Macet, Jokowi: Biasanya Juga Macet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?