Juan Felix: Penahanan Puteh Hanya Sensasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Menurut salah seorang kuasa hukum Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Abdullah Puteh, Juan Felix Tampubolon, penahanan kliennya, hanyalah untuk mencari sensasi. "Itu menunjukan kesewenang-wenangan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Walaupun diperkuat undang-undang (penahanan Puteh), kan keperluannya tidak ada. Kesannya hanya mencari sensasi," ujar Juan kepada wartawan ketika akan mengunjungi Puteh di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta, Rabu (8/12). Juan mempertanyakan alasan penahanan Puteh oleh KPK. Menurutnya, penahanan Puteh menunjukkan satu sikap arogansi KPK. "Sepertinya kok panik, sehingga (Puteh) harus ditangkap dan ditahan, padahal tidak perlu," ujarnya. Ia juga menantang untuk membuktikan keterlibatan Puteh dalam kasus korupsi pembelian helikopter senilai Rp 12,5 miliar di pengadilan nanti. Ia menambahkan, walaupun dengan mengacu pada KUHP tentang pelimpahan berkas dan penahanan Puteh, ada satu kekeliruan yang sangat besar yang dilakukan KPK, yaitu perlakukan retroaktif. "Undang-undang KPK baru lahir 27 Desember 2002 sedangkan kasus ini terjadi pada Juli 2002. Kan belum ada undang-undang KPK," katanya. Untuk itu tim kuasa hukum Puteh akan melakukan tindakan-tindakan hukum yang sesuai dengan kepentingan Puteh. "Ada banyak yang akan dirapatkan. Sifatnya juga sangat prosedural," ujarnya. Ia berpendapat, penahanan Puteh bukan untuk kepentingan hukum tapi hanya kepentingan politis. "Kalau kepentingan hukum tidak perlu ditahan. Kenyataannya (Puteh) tidak pernah lari," ujarnya. Ia berjanji akan membawa semua barang bukti yang juga ada pada KPK, saat Puteh diadili nanti. Sementara itu menurut Kepala Rutan Salemba Kusmin, Puteh saat ini ditempatkan di Blok K No.2. Ia hanya sendiri di kamar tersebut. Kamar Puteh ini ternyata berdampingan dengan adik tersangka pengimpor gula Waris Halid yang terletak di kamar No.1. Kusmin menjelaskan, tidak ada perlakukan khusus yang diberikan kepada Puteh. "Yang ada hanya perhatian khusus yaitu berupa pengamanan," ujarnya. Kusmin juga menjelaskan, fasilitas yang diterima Puteh di rutan tersebut. Menurutnya, Puteh ditempatkan di kamar berukuran 1,5X3 meter persegi, tidak ada AC dan jika ada kasur itu dibeli sendiri oleh Puteh tadi malam. Di ruangan Puteh juga tidak ada toilet. Jadi, jika ingin buang air maka Puteh menggunakan toilet bersama dengan para tahanan lainnya. Istri Puteh, Linda Purnomo yang datang pada pukul 12.30 WIB tadi keluar dari rutan pukul 14.00 WIB. Ketika ditanya wartawan, Linda hanya meminta doa restu agar semua proses berjalan lancar. Linda yang keluar bersama Juan Felix dan dua orang kuasa hukum lainnya, menjelaskan bahwa ia berbincang-bincang dengan suaminya di ruang tamu yang khusus disediakan. Linda mengaku juga sempat salat dan makan siang bersama dengan Puteh. Ami Afriatni

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.