Polisi Bandung Bekuk Komplotan Pembuat SIM Palsu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). Tempo/Fardi Bestari

    Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). Tempo/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Bandung - Kepolisian Resor Kabupaten Bandung meringkus komplotan pembuat surat izin mengemudi palsu di Bale Endah, Kabupaten Bandung. Komplotan lima tersangka ini ditangkap dengan barang bukti belasan SIM palsu berikut bahan dan peralatan mereka.

    Kelima tersangka itu adalah SPN, JK, DK, KRN, dan MRZ. "Barang buktinya ada 13 lembar SIM palsu yang sudah jadi dan 13 lembar SIM palsu setengah jadi," ujar Kepala Polres Bandung, Ajun Komisaris Besar Jamaludin, kepada Tempo, Kamis, 24 Oktober 2013. "Para tersangka dikenai Pasal 263 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun," kata Jamaludin.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bandung, Komisaris Tri Suhartanto, menambahkan, pengungkapan "pabrik" SIM palsu berawal dari keberadaan lokasi rental komputer milik DK dan MRZ di Kampung Ciodeng, Bale Endah. "Para tersangka semua tertangkap pada 14 Oktober," kata dia.

    Tersangka DK atau Deni mengaku sudah menjual jasa pembuatan SIM palsu hampir sebulan. Dia biasa menerima pesanan SIM palsu dari tersangka JK atau Jajang, yang menyetor fotokopi KTP atau SIM dan pas foto dari pemesan. Adapun bahan SIM palsu seperti plastik bahan ID card dan stiker perak bisa dia beli dengan mudah di banyak toko.

    Deni biasa mengedit dan mencetak SIM palsu bersama MRZ. Semua data dan foto pemesan dimasukkan ke format SIM palsu yang sudah ada dalam komputer lalu dicetak pada plastik bahan kartu SIM, kemudian dipres dan jadilah SIM palsu.

    "Sebelum tertangkap, saya sudah membuat 50 lembar SIM pesanan," kata dia di Markas Polres Bandung, hari ini. Deni mengaku sudah membuat SIM A, B, maupun C. "Saya biasa menjual satu buah SIM Rp 100 ribu, entah oleh calo ke pemesan dijual berapa," ucapnya.

    Jajang mengaku mengambil untung 100 persen dari SIM palsu buatan Deni. "Saya jual lagi (SIM palsu buatan DK) ke pemesan Rp 200 ribu. Yang pernah pesan SIM palsu ke saya ada sopir angkutan, pelajar," ujarnya.

    ERICK P. HARDI

    Topik Terhangat:
    Sultan Mantu|Misteri Bunda Putri |Gatot Tersangka| Suap Akil Mochtar |Dinasti Banten


    Berita Terpopuler:

    Miing Bagito: Jalan Banten Rusak oleh Lamborghini
    Kantor Diubek-ubek KPK, Anak Buah Airin Bungkam
    Miing: Airin Pernah Audisi Figuran Bagito Show
    Inilah Kantor Wawan sebagai Wali Kota Malam
    Bunda Putri Sering Mengaku Alumnus Minyak ITB 75


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.