Suap Akil Diduga Disiapkan Kasir Kepercayaan Wawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha, Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan memasuki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (16/10). Wawan menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dengan kasus dugaan suap kepengurusan sengketa pemilihan umum kepala daerah di Lebak, Banten, yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif, Akil Mochtar. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Pengusaha, Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan memasuki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (16/10). Wawan menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dengan kasus dugaan suap kepengurusan sengketa pemilihan umum kepala daerah di Lebak, Banten, yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif, Akil Mochtar. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah diperiksa lebih dari lima jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin, Yayah Rodiah, kasir sejumlah perusahaan milik keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang dikendalikan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana, masih gesit menghindar dari kejaran wartawan. Tak ada kata yang ia ucapkan, padahal ia saksi kunci. “Dia diperiksa sebagai saksi TCW (Tubagus Chaeri Wardana),” kata Kepala Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha. baca pula: Wawan Wali Kota Malam di sini; Ini kantor Wali Kota Malam di sini)

    Ini kali kedua Yayah diperiksa. Rabu pekan lalu, KPK juga memeriksa Yayah untuk Susi Nur Andayani.

    Bersama Chaeri, Susi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (kini nonaktif) Akil Mochtar terkait dengan pengaturan putusan sengketa pemilihan kepala daerah Lebak, Banten. Susi adalah pengacara salah satu penggugat yang dekat dengan Atut.

    Bersama dua karyawan bagian keuangan PT Bali Pacific Pragama, Dadang Priatna dan M. Awaludin, Yayah tak boleh bepergian ke luar negeri. Ketiganya dianggap sebagai saksi penting dalam pengusutan kasus dugaan suap pilkada Lebak. Dadang dan Awaludin sudah diperiksa KPK. Keduanya juga memilih menghindar dari wartawan.

    Menurut sumber Tempo, Yayah diduga berperan dalam memberikan uang Rp 1 miliar kepada Susi untuk menyuap Akil. Duit suap itu sudah disita KPK di rumah orang tua Susi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ihwal pemberian uang ke Susi ini, ujar sumber tersebut, sudah ditanyakan kepada Yayah ketika diperiksa untuk Susi pada pekan lalu. “Dia diduga yang menyiapkan uang itu,” kata dia.

    Seorang pengusaha di Banten mengatakan, Yayah merupakan “kasir” sejumlah perusahaan Chaeri. Selain karyawan PT Bali Pacific, dia menyatakan Yayah sempat menjabat Direktur Utama PT Buana Wardana Utama, perusahaan yang dikendalikan Chaeri.

    Menurut akta notaris Untung, Yayah juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT Ciputra Mandiri Internusa. Dalam situs Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi, Chaeri tercatat sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan itu. Perusahaan tersebut juga tercatat pernah menggarap proyek di Banten. Misalnya, proyek pelebaran jalan Ciruas-Petir-Sorok/batas Kabupaten Lebak senilai Rp 4,256 miliar.

    Kemarin, Tempo menyambangi alamat kantor itu. Menurut akta notaris Untung, perusahaan tersebut beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Kaveling 60, Jakarta Selatan. Ketika alamat itu didatangi—yang ternyata Menara Sudirman—tak ada nama PT Ciputra Mandiri Internusa di sana. Menurut situs Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi, perusahaan ini tercatat beralamat di lantai 23 Gedung Artha Graha, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan. Tempo tak menemukan perusahaan itu di alamat tersebut. Di lantai 23 gedung ini hanya ada PT Amas Internusa.

    Pengacara Chaeri, Pia Akbar Nasution, belum mau berkomentar ihwal peran orang-orang di luar kliennya serta permainan proyek Chaeri. “Kami fokus ke Mas Wawan (Chaeri) saja,” katanya.


    FAIZ NASHRILLAH | KHAIRUL ANAM | ANTON APRIANTO

    Terpopuler
    Airin Wali Kota Siang, Wawan Wali Kota Malam
    Inilah Kantor Wawan Sebagai Wali Kota Malam
    Wah, Wali Kota Airin Dalam Incaran KPK
    Miing Bagito: Jalan Banten Rusak oleh Lamborghini
    Indra: Ini Timnas U19, Bukan Panitia Haji
    Bunda Putri Disebut Tak Lulus SMA Cilimus
    4 Alasan BlackBerry Akan 'Mati' di Indonesia
    Bunda Putri Sering Mengaku Alumnus Minyak ITB 75
    Miing: Airin Pernah Audisi Figuran Bagito Show
    Warga Batam Siaga Kerusuhan
    Kantor Diubek-ubek KPK, Anak Buah Airin Bungkam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.