Ini Alasan KPK Akan Periksa Airin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Airin Rachmi Diany meninggalkan Gedung KPK usai menjenguk suaminya, Tubagus Chaeri Wardana, yang ditahan terkait dugaan suap Akil Mochtar dalam sengketa Pilkada Lebak, Banten. ANTARA/Wahyu Putro

    Airin Rachmi Diany meninggalkan Gedung KPK usai menjenguk suaminya, Tubagus Chaeri Wardana, yang ditahan terkait dugaan suap Akil Mochtar dalam sengketa Pilkada Lebak, Banten. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, mengatakan pengadaan alat-alat kesehatan di Kota Tangerang Selatan sangat aneh dan janggal. Menurut dia, aparat penegak hukum, terutama Komisi Pemberantasan Korupsi, harus berfokus mengusut sejumlah proyek yang diduga berkaitan dengan keluarga dan kroni Gubernur Bantan Ratu Atut Chosiyah di kota yang dipimpin Airin Rachmi Diany itu.

    Uchok memisalkan pengadaan alat-alat kedokteran umum dengan harga perkiraan sendiri sebesar Rp 2,931 miliar. Lelang dimenangi PT Marbago Duta Persada dengan nilai Rp 2,870 miliar. Tapi pemenang lelang ini terlalu mahal dan tinggi. Bahkan, ada penawaran yang murah dan rendah tapi dikalahkan, seperti PT Palugada Mandiri (Rp 2,1 miliar), PT Dini Usaha Mandiri (Rp 2,6 miliar), dan PT Adca Mandiri (Rp 2,864 miliar). Ada lagi sejumlah lelang lain yang janggal.

    Uchok menambahkan, dari hasil proyek pengadaan di pemerintah Tangsel, tergambar proses lelang yang tidak sehat. Tender, katanya, lebih diatur untuk memenangi perusahaan tertentu. "Lelang ini hanya formalitas, dan pemenang sudah ditentukan. Dari gambaran ini, aparat hukum bisa melakukan penyelidikan atas lelang tersebut," ucapnya.

    Dari penelusuran Indonesia Corruption Watch (ICW), sejumlah perusahaan yang bermain itu diduga berkaitan dengan perusahaan milik keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Modus keluarga Atut dengan meminjam bendera dua perusahaan itu untuk memenangi proyek.

    Komisi Pemberantasan Korupsi sudah mengisyaratkan bakal memeriksa Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam kaitan dengan penyelidikan dugaan penyimpangan proyek alat kesehatan tahun anggaran 2010-2012. Airin adalah adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

    Saat ini, komisi antirasuah sudah meminta keterangan bawahan Airin, yaitu para pejabat Dinas Kesehatan Tangerang Selatan. ”Belum ada permintaan untuk pemeriksaan Airin. Tapi, kalau diperlukan, tentu akan dilakukan,” kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., yang juga warga Tangerang Selatan di kantornya, Selasa, 22 Oktober 2013.

    INDRA WIJAYA | BOBBY CHANDRA



    Berita Terpopuler:
    Vicky Prasetyo Senang Bisa Meng-Islam-kan Corrien
    Wah, Wali Kota Airin Dalam Incaran KPK
    Uang Rp 2,7 Miliar Bukti Suap Baru Akil Mochtar
    Kasus Pelecehan Seksual di SMP 4 karena Kepolosan
    Marzuki Alie: Ada Duit Suap ke Kongres Demokrat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.