Seperti Airin, Begini Wali Kota Yogya ke Harvard

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany berjalan meninggalkan gedung seusai menjenguk suaminya Tubagus Chaeri Wardana yang ditahan di Rutan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, (21/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany berjalan meninggalkan gedung seusai menjenguk suaminya Tubagus Chaeri Wardana yang ditahan di Rutan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, (21/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Tak hanya Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang disorot karena mengajak ajudannya dalam program kelas eksekutif untuk bupati dan wali kota di Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat, selama sebulan, 21 September sampai 21 Oktober 2013. Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyutii yang juga berangkat bersama rombongan Airin turut disorot lantaran mengajak bawahannya, yakni Kepala Bidang Pengendalian Evaluasi dan Laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Wahyu Handoyo.

    "Iya, berangkat berdua dari Pemerintah Kota Yogya," kata Kepala Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota, Kadri Renggono, Selasa, 22 Oktober 2013.

    Namun ia tak mengetahui alasan mengapa Haryadi mengajak serta seorang bawahannya dalam kegiatan pelatihan itu. Kadri pun mengaku tak tahu berapa besar sumber dana daerah yang dipakai untuk membiayai perjalanan keduanya selama di Amerika. Sebab, ternyata belakangan diketahui bahwa sumber dana itu tidak semata berasal dari pemerintah pusat. Namun ada empat pihak yang menanggung, yakni dari Harvard Kennedy School, Kementerian Dalam Negeri, Rajawali Foundation, dan pemerintah daerah masing-masing. Khusus untuk pemerintah daerah ini dibebankan biaya perjalanan dinas. "Masuknya pos Perjalanan Dinas APBD 2013," kata dia.

    Meski mengaku tak tahu persis berapa besaran yang dialokasikan untuk perjalanan dinas itu, menurut Kadri, standar perjalanan dinas wali kota ke luar negeri, khususnya Amerika, adalah US$ 343 per hari. Atau hampir sekitar Rp 3 juta lebih per hari jika dalam kurs saat ini. Biaya itu digunakan untuk transportasi lokal, uang makan, dan uang saku. (Baca: Biaya Akomodasi Airin di Harvard)

    "Tapi itu tidak semuanya diberikan karena, kan, kegiatan ini hampir sebagian besar sudah ditanggung pemerintah, seperti apartemen dan makannya," kata Kadri.

    Sementara itu, dari informasi yang diperoleh Tempo, untuk biaya perjalanan dinas Wali Kota Yogyakarta ke Amerika selama 30 hari itu besarnya sekitar US$ 4.115 atau sekitar Rp 40 juta sebulan. Sedangkan untuk Wahyu, bawahannya, sekitar separuhnya.

    Adapun Kepala Bagian Protokol Kota Yogyakarta, Emiliana Yulianti, menuturkan perjalanan dinas Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti ke Amerika hanya dibiayai 30 persen dari standar perjalanan dinas. "Tidak penuh US$ 343, kok, hanya 30 persennya karena sebagian besar sudah dibiayai pemerintah pusat," kata dia.

    Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Wahyu sendiri tidak merespons panggilan. Sementara Wali Kota Haryadi Suyuti, menurut seorang stafnya, tidak bisa ditemui karena sibuk menjadi pamong tamu pernikahan putri Sultan GKR Hayu dan KPH Notonegoro bersama kepala daerah lain. (Baca: Airin Mahasiswa Rajin di Harvard)

    PRIBADI WICAKSONO

    Berita Lainnya:
    Misteri Gelar Ratu Atut Terpecahkan
    Tokoh Banten Bingung dengan Gelar Ratu Atut
    Tak Semua Android dan iOs Bisa Gunakan BBM
    Asal-usul Gelar Ratu dan Tubagus
    Video Rekaman Seks Siswa SMP Perlu Ditelusuri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.