Selasa, 20 November 2018

Tim Balai Pelestari Tinjau Lokasi Penemuan Candi Kunir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi penemuan benda purbakala. TEMPO/Dwijo Maksum

    Lokasi penemuan benda purbakala. TEMPO/Dwijo Maksum

    TEMPO.CO, Lumajang - Penemuan Candi Kunir di Dusun Kedungsari, Desa Kedung Moro, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang mendapat perhatian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Candi itu akan dibahas bersama Balai Arkeologi Yogyakarta.

    Ketua Tim Pemetaan dan Penggambaran BPCB Jawa Timur, Kuswanto, mengatakan pimpinan BPCB masih berkoordinasi dengan Balai Arkeologi Yogyakarta terkait temuan konstruksi candi tersebut. "Layak atau tidak untuk diselamatkan sebagai cagar budaya," kata Kuswanto, Selasa siang, 22 Oktober 2013.

    Tim BPCB, kata dia, sudah meninjau lokasi penemuan candi itu. "Kami sudah melakukan pengukuran," katanya. Hasil peninjauan lokasi menunjukkan ada temuan permukaan struktur bata berukuran 8x8 meter persegi. Selain itu ada temuan ragam hias pada bata, suluran, serta relief tokoh. "Teridentifikasi Gana dan Wamana, relief kuda, serta sangka," kata dia.

    Menurut Kuswanto temuan-temuan itu merupakan simbolisasi dewa Hindu pada waktu itu. Perkiraan awal, kata Kuswanto, struktur tersebut merupakan bangunan suci atau candi. "Bangunan suci kalau ada reliefnya," katanya. Dalam konsep Hindu, kata Kuswanto, ketika ada bangunan suci maka di sekitarnya ada permukiman. Dia juga memperkirakan temuan ini merupakan peninggalan masa Majapahit sekitar abad ke-13 hingga ke-14.

    Terkait temuan Candi Kunir, BPCB diminta oleh Kantor Pariwisata Seni dan Budaya untuk meninjau lokasi. "Kami diminta meninjau ya kami tinjau. Nanti baru koordinasi dengan Balai Arkeologi bagaimana selanjutnya," katanya. Dalam peninjauan, BPCP juga telah berkomunikasi dengan pemilik lahan serta lurah setempat. "Intinya penggalian harus dihentikan dulu," katanya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, lokasi temuan candi ini sempat terdeteksi oleh Nurhadi Rangkuti, peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta sekitar 2001 bersama dengan Dwi Cahyono, peneliti dan dosen Universitas Negeri Malang. Obyek yang diteliti saat itu adalah pola permukiman desa era Majapahit.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Topik Terhangat
    Gatot Tersangka |Suap Akil Mochtar |Foto Bunda Putri |Dinasti Banten| Sultan Mantu


    Berita Terpopuler

    SMS Pembunuh Holly: Gagal, Gatot: Kabur!
    Gatot Kenal Holly di Tempat Hiburan Malam
    Di Australia, Gatot Sering Termenung
    Erick Thohir Beli Inter Milan, Rothschild Berang
    Motif Gatot Diduga Terkait Pemilihan Pimpinan BPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.