SBY: Saya Bukan Pejabat Kacangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Subekti

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tersangka kasus korupsi kouta impor daging sapi, Luthfi Hasan Ishaaq, telah berbohong 1.000 persen ketika menyatakan Bunda Putri adalah kerabat dekatnya.

    SBY mengklaim sama sekali tidak mengenal dan berhubungan dengan Bunda Putri, yang diduga berperan sebagai orang yang memainkan dan mengatur kuota impor daging sapi. "Semoga Allah mengampuni," kata SBY dengan nada tinggi dalam konferensi pers di Base Ops TNI Angkatan Udara Halim, Kamis, 10 Oktober 2013.

    Nada bicara SBY semakin tinggi saat mengomentari kesaksian bekas Presiden PKS itu bahwa Bunda Putri berperan dan berpengaruh dalam proses reshuffle kabinet. Menurut dia, kesaksian tersebut dinilai sebagai kebohongan sebesar 2.000 persen. "Saya bukan pejabat kacangan yang memikirkan reshuffle dengan meminta bantuan orang yang tidak jelas," kata dia.

    Menurut SBY, pada proses reshuffle kabinet, tak sembarang orang dapat diajak berdiskusi dan memilih, termasuk istrinya, Ani Yudhoyono, para menteri, para menteri koordinator, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Orang yang biasanya diajak diskusi adalah Wakil Presiden Boediono dan menteri koordinator yang terkait dengan pejabat yang hendak diganti.

    "Tidak ada satu pun yang tahu, istri pun tidak tahu," kata SBY. SBY heran kenapa LHI justru mengaitkan Bunda Putri dengan dirinya. Berdasarkan informasi dan kesaksian di pengadilan, menurut dia, Bunda Putri justru berhubungan dengan rekan-rekan LHI. "Ungkap betul kejahatan yang melibatkan mereka, siapa yang salah, bersikaplah kesatria."

    FRANSISCO ROSARIANS

    Berita Terkait
    Fathanah Berutang Dua Miliaran ke Luthfi Hasan
    Luthfi Mengaku Hanya Dibayari Yudi Dua Setel Jas
    Luthfi Hasan Sebut Bunda Putri Anak Pendiri Golkar
    Sebut Tak Tahu Bunda Putri, Luthfi Dimarahi Hakim


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.