Fathanah Berutang Dua Miliaran ke Luthfi Hasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, masih punya utang Rp 2,9 miliar, sisa utang Fathanah sejak zaman kuliah. "Saya cuma ingat, sisa yang belum dibayar sebesar Rp 2,9 miliar," kata Luthfi saat bersaksi untuk Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2013.

    Luthfi menjelaskan, ia dan Fathanah sama-sama kuliah di Arab Saudi. Sejak masih sekolah itu, Fathanah memiliki usaha dan kerap berutang kepadanya. Lantaran utang tersebut, Fathanah kerap memberinya uang. Semua uang yang diterima dari Fathanah dianggapnya sebagai pembayaran utang. (Baca: Para Saksi 'Guyur' Fathanah Miliaran Rupiah)

    Ia mencontohkan pemberian Rp 200 juta dan transaksi di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat, yang ia lupa jumlahnya. Menurut Luthfi, semua uang yang diserahkan Fathanah belum cukup untuk membayar utangnya.

    Fathanah pun, kata Luthfi, sering dimarahinya. Soalnya, saat berjanji mengirimkan uang, Fathanah kerap mengurangi jumlah yang dijanjikan. Padahal, menurut Luthfi, uang itu akan diberikan kepada pihak lain yang telah dijanjikannya.

    Ketika dimintai komentarnya, Fathanah tak membantah hal ini. Ia mengaku memang sudah berutang kepada Luthfi sejak kuliah di Arab Saudi.

    NUR ALFIYAH

    Berita Terpopuler
    Majelis Kehormatan Ulik Akil Lewat KPK
    Massa Dukung KPK Usut Korupsi Adik Ratu Atut
    Inikah Foto Daryono, Sopir 'Misterius' Akil?
    Tersangka Suap Hambit Bintih Menang di MK
    KPK Panggil Ratu Atut di 'Jumat Keramat'



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.