Rabu, 14 November 2018

Wahidin Halim Pernah Larang Atut Recoki Tangerang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Tangerang Wahidin Halim (kanan) serta Wakil Walikota Tangerang Arief R.Wismansyah memegang Piala Adipura Kencana di Kawasan Pemerintahan Kota Tangerang, Banten, (10/6). Tangerang raih piala Adipura Kencana untuk kategori Kota Metropolitan terbersih. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Walikota Tangerang Wahidin Halim (kanan) serta Wakil Walikota Tangerang Arief R.Wismansyah memegang Piala Adipura Kencana di Kawasan Pemerintahan Kota Tangerang, Banten, (10/6). Tangerang raih piala Adipura Kencana untuk kategori Kota Metropolitan terbersih. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Wali Kota Tangerang Wahidin Halim mengisahkan upaya dia membentengi Tangerang dari pengaruh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

    "Sejak awal kami membentengi supaya mereka (Atut-red) tidak masuk melalui proyek-proyeknya. Sistem online dalam pelelangan dan tender membatasi ruang dia," kata Wahidin, ketika ditemui Tempo di kediamannya, Pinang, Rabu malam, 9 Oktber 2013.

    Wahidin menjelaskan selama 10 tahun memimpin Kota Tangerang, dia sangat ketat dan memperingatkan Atut agar tidak "merecoki" pembangunan di Kota Tangerang. "Kami bilang jangan diganggu. Bahkan kami menolak bantuan serupa dana hibah di berbagai bidang, seperti kesehatan dan sebagainya, karena terindikasi tidak jelas," ujar Wahidin.

    Terhadap kebijakan Ratu Atut, Wahidin memang keras. Bahkan, dia kerap mengkritisi kebijakan Atut yang kemudian banyak tidak terealisasi. Saat Ratu Atut dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertemu di Serang, Rabu, 7 November 2012 lalu Wahidin tidak yakin hasil pertemuan itu akan dilaksanakan Pemerintah Provinsi Banten.

    Pertemuan yang menghasilkan kesepakatan mengkonkretkan kerja sama yang tertuang dalam Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekpunjur itu dinilai hanya sebatas formalitas.

    Menurut Wahidin, pembicaraan antar dua kepala daerah yang saling berbatasan wilayah itu hanya melanjutkan tugas Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Seperti misalnya: transportasi terintegrasi seperti bus transjakarta Jakarta-Tangerang, terminal penghubung APTB, infrastruktur interchange transportasi ke transportasi juga titik koordinat wilayah perbatasan Jakarta-Tangerang serta permintaan air baku.

    "Pemerintah Provinsi Banten tidak banyak mengetahui persoalan dan seluk-beluk masyarakat di perbatasan Tangerang-Jakarta," kata Wahidin.

    AYU CIPTA

    Terhangat:
    Ketua MK Ditangkap| Dinasti Banten| APEC| Info Haji |Pembunuhan Holly Angela


    Berita Terpopuler:
    Lewat 5 Perusahaan, Airin & Keluarga Main Proyek
    Rusuh Eksekusi, Halte Transjakarta Buaran Dibakar 
    Wakil Bupati Lebak Diperiksa KPK untuk Adik Atut
    Lima Fakta Paling Membahagiakan di Dunia
    Apa Motif Elriski Dekati Holly Angela?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?