Adik Atut Pernah Diincar KPK pada 2007  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah,  usai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (5/10) dini hari. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, usai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (5/10) dini hari. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah memeriksa adik Gubernur Banten Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardana, pada 2007. Direktur PT Bali Pacific Pragama itu diperiksa terkait dengan penggunaan dana bantuan sosial APBD dan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Banten.

    Saat itu, Tubagus Chaeri Wardana adalah rekanan pemborong sejumlah proyek infrastruktur. "Saat itu proyek pembangunan di sana dia yang memegang," ujar sumber Tempo di KPK, Rabu, 9 Oktober 2013. Tak lama setelah pemeriksaan itu, tim KPK kembali melakukan pemantauan pada tahun 2009-2010 dan memang menemukan beberapa kejanggalan. Khususnya proyek pembangunan gedung perkantoran Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD-nya.

    Tubagus Chaeri Wardana ditangkap penyidik KPK di rumahnya, Selasa pekan lalu. Ia ditangkap setelah penyidik KPK membongkar aksi penyuapan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Diduga, Chaeri mengatur pemberian uang sebesar Rp 1 miliar untuk Akil, yang sedianya disetorkan melalui seorang pengacara bernama Susi Tur Andayani.

    Susi adalah kuasa hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak yang disokong oleh keluarga Tubagus Chaeri dan Atut. Penyidikan KPK ini membuka kembali sejumlah kasus lama yang melibatkan Tubagus Chaeri Wardana di Banten. Sumber Tempo di provinsi itu memastikan nama Tubagus Chaeri sebenarnya sudah muncuk dalam penyidikan kasus korupsi pembangunan RSUD Balaraja pada 2008 lalu.Proyek ini menghabiskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten lebih dari Rp 100 miliar. Tapi, hingga saat ini, proyek tersebut belum kunjung selesai.

    Dihubungi dua hari lalu, mantan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tangerang, Rahmat Haryanto, mengakui bahwa bisa jadi Chaeri terlibat dalam kasus korupsi tersebut. Sebab, nama Tubagus Chaeri muncul dari pemeriksaan tersangka kasus ini, yaitu John Chaidir. Dalam silsilah keluarga, Atut-Chaidir-Chaeri adalah saudara ipar. "Kami belum memeriksa secara detail apakah penyebutan nama itu hanya dalih Chaidir atau apa," ujar Rahmat Haryanto.

    CHETA NILAWATY | JONIANSYAH

    Berita Terpopuler Lainnya
    Jawara, Ulama, dan Golkar dalam Dinasti Ratu Atut
    KPK Geledah Kantor Adik Atut di Mega Kuningan
    Adik Prabowo Tolak Rp 500 Miliar dari Jokowi
    Airin Sebaiknya Jangan Pulang Dulu dari Amerika
    Filosofi Permen ala Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.