Jawara, Ulama, dan Golkar dalam Dinasti Ratu Atut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu tiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Heryani (kanan) menjabat sebagai wakil Bupati Pandeglang periode 2011-2016. Heryani merupakan isteri kelima Chasan Sochib, ayah Atut, ini berhasil memenangkan Pilkada Pandeglang ulangan pada Desember 2010 lalu. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Ibu tiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Heryani (kanan) menjabat sebagai wakil Bupati Pandeglang periode 2011-2016. Heryani merupakan isteri kelima Chasan Sochib, ayah Atut, ini berhasil memenangkan Pilkada Pandeglang ulangan pada Desember 2010 lalu. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Serang - Pengamat politik Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) Banten, Gandung Ismanto, mengatakan, tertangkapnya adik Ratu Atut Chosiyah Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan oleh KPK adalah tsunami politik bagi keluarga besar Ratu Atut. "Tidak ada guncangan sedahsyat masalah yang saat ini, sehingga membuat dinasti ini menjadi goyah," kata Gandung Ismanto, Selasa, 8 Oktober 2013.

    Namun, kata Gandung Ismanto, dirinya tidak yakin penangkapan Tubagus Chaeri Wardhana akan membuat dinasti ini runtuh. Alasannya, pilar dinasti terletak pada dua dimensi, yaitu aspek struktur politik dengan Partai Golkar yang memiliki struktur serta jaringan yang kuat dan legitimasi tradisional dari kelompok jawara dan ulama. (Lihat: Silsilah Dinasti Banten, Abah Chasan dan Para Istri)

    "Sepanjang ulama dan jawara tidak banyak berubah menyikapi persoalan ini, saya tidak yakin Banten akan berubah dan kekuasaan Atut runtuh. Persoalannya, loyalitas ulama dan jawara itu belum banyak berubah," kata dia.

    Gandung Ismanto mengatakan, masyarakat kelas menengah Banten saat ini tidak siap menyikapi momentum perubahan ini sehingga mereka tidak sempat mengkonsolidasi diri. Tokoh-tokoh pendiri Banten sampai hari ini juga belum terdengar suaranya. "Walaupun Tubagus Chaeri Wardhana, tokoh sentral di dinasti tersebut, ditahan KPK, sistem dinasti ini menjaga jaringan ulama dan jawara terpelihara," katanya.

    Problem yang kini dihadapi masyarakat Banten pada umumnya berbeda dengan dulu ketika Provinsi Banten baru berdiri. Ada tokoh-tokoh yang mampu menyatukan. "Praktis masyarakat Banten membutuhkan ini sebenarnya. Turunnya kembali sejumlah tokoh-tokoh pendiri Banten, itu bisa menjadi sinyal bahwa momentum ini akan terus berbuah manis. Tapi kalau tidak, perubahan ini akan prematur, yang kemudian akan layu sebelum berkembang, karena sama sekali tidak terkonsolidasi," katanya.

    Sementara itu, Lilis Karyawati, yang juga adik Atut mengatakan, Ratu Atut belum bisa menyampaikan pernyataan apa pun kepada wartawan. "Belum siap. Nanti ada saatnya, Ibu Atut akan menyampaikan secara resmi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat," katanya.

    WASI'UL ULUM

    Berita terkait
    Dinasti Keluarga Atut & Kemiskinan di Banten
    APBD Bocor Dinsinyalir Jadi Aset Keluarga Atut
    5 Wilayah Banten di Bawah Klan Atut Chosiyah
    Adik Atut Dicokok, Awal Runtuhnya Dinasti Banten


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.