KPK Duga Ada Hakim Lain yang Terlibat Selain Akil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Abraham Samad. TEMPO/Fahmi Ali

    Ketua KPK Abraham Samad. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar - Komisi Pemberantasan Korupsi menduga ada keterlibatan hakim lain di tingkat Mahkamah Konstitusi dalam kasus penyuapan yang melibatkan Akil Mochtar sebagai Ketua MK.

    "Jadi begini, korupsi kan jarang dilakukan sendiri, pasti ada pihak-pihak lain. Karena itu, kami masih mendalami, melihat jauh ada tidak hakim lain selain Akil yang terlibat kasus ini," kata Ketua KPK Abraham Samad di Makassar, Senin.

    Usai pelatihan bersama bertema "Peningkatan Kapasitas Penegak Hukum dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi" di Hotel Aryaduta, Makassar, kata Abraham, kemungkinan penyuapan dilakukan bukan seorang diri.

    "Feeling kami kemungkinan besar dilakukan bukan seorang diri. Tapi masih kami dalami dan belum disimpulkan karena masih terlalu prematur dan baru satu kali diperiksa," katanya kepada jurnalis. Sebelumnya dalam pemeriksaan Majelis Etik MK, sekretaris Akil mengakui pernah transfer Rp 500 juta. Namun, keterangannya tak menyebut peran hakim lain.

    Menurut dia, KPK masih terus melakukan pengembangan terhadap tersangka pelaku penyuapan, yakni Ketua MK Akil Mochtar dengan melihat keterlibatan dengan unsur-unsur lainya.

    "Masih dikembangkan. Jadi kami akan memeriksa dia (Akil) dengan kasus suap, tapi kami belum bisa simpulkan. Kami masih dalami, ada tidak. Kami masih mau melihat ada keterlibatan yang bersangkutan, maka masih didalami," ucapnya.

    Saya ditanyai wartawan sampai saat ini sudah berapa kasus penyuapan yang masuk ke KPK, termasuk kasus sengketa pilkada yang melibatkan Ketua MK Akil Muchtar, kata dia, sudah banyak.

    "Begini, gugatan Pilkada itu bukan wewenang KPK. Jadi, bukan berarti kalau Akil sudah kami tahan lantas KPK juga punya kewenangan menganulir. KPK tidak punya kewenangan di situ. Tetapi banyak kasus penyuapan dan saya tidak bisa sebut satu persatu," kata mantan direktur LSM ACC Makassar ini.

    Mengenai dengan jumlah laporan penyuapan, kata dia, ada beberapa. Saat ditanyai isu yang beredar terkait rekaman CCTV di rumah Akil yang menyebutkan ada oknum bupati asal Sulsel yang terekam berada di rumah Akil sebelum penangkapan, Abraham belum berkomentar.

    "Tetapi, setelah kami tangkap Akil, laporan mulai berdatangan. Mengenai rekaman CCTV KPK hanya mengambil di kantor tersangka, sedangkan di rumahnya belum. Dan saya heran kenapa ada berita begitu," katanya.

    BS | ANTARA

    Terhangat:
    Ketua MK Ditangkap | Dinasti Banten | APEC | Info Haji |P

    Berita Terpopuler Lainnya
    Korupsi, Mahfud Md. Siap Potong Jari dan Leher

    5 Tuntutan Jawara Banten Terkait Ratu Atut
    Silsilah Dinasti Banten, Abah Chasan dan Para Istri




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.