Lima Mahasiswa Andalas yang Hanyut Ditemukan Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Padang - Sebanyak enam mahasiswa Universitas Andalas (Unand) hanyut di kawasan Patamuan Batang Kuranji Batu Busuak Limau Manih, Kota Padang, sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu, 28 September 2013. Lima di antaranya, pada Minggu, 29 September, ditemukan meninggal.

    Artika Caspella, 20 tahun, mahasiswa Fakultas Kedokteran Psikologi, dan Elin Florita, 19 tahun, mahasiswa Fakultas Pertanian, ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB di sekitar lokasi. Sementara Deni linardo, 22 tahun, mahasiswa Fakultas Pertanian, dan Veglan Rizki Ananda, 19 tahun, mahasiswa Fakultas Ekonomi, ditemukan pada pukul 06.00 WIB, Minggu, 29 September 2013, di sekitar sungai di belakang Hotel Basko, yang sudah mendekati muara Batang Kuranji.

    Lalu, Rizki Tega, 23 tahun, mahasiswa Fakultas Ekonomi, ditemukan di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 08.30 WIB. "Saat ini ada satu korban atas nama Aidil yang masih dalam proses pencarian," ujar Eddy, Kabid BPBD dan Damkar Kota Padang.

    Kata Eddy, pencarian dilakukan di sepanjang aliran Batang Kuranji, yang bermuara ke pantai Padang. "Kita bekerja sama dengan tim SAR dari PMI, Mapala Unand, dan Menwa Unand," ujarnya, Minggu, 29 September 2013.

    Rombongan Mapala Unand ini awalnya berjumlah delapan orang. Adapun dua mahasiswa lainnya atas nama Ivo Nurdio Putra dan Meta Ramarita ditemukan selamat. "Sebab, dua orang ini kabarnya tak ikut menyeberang," ujarnya. Kata Eddy, dua orang yang selamat ini yang mengabari ke sekretariat Mapala Unand.

    ANDRI EL FARUQI

    Berita Terpopuler
    Sultan Bicara Kritik Amin Rais pada Jokowi
    Pengkritik Jokowi Cari Popularitas
    Prabowo Sebut Ada Pembajakan DPT Pemilu 2014
    Prabowo: Saya Tak Cocok Jadi Wakil Presiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.