Survei Menunjukkan Citra Anggota DPR Makin Buruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Paripurna MPR/DPR, Jakarta, Jumat (16/8). TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Paripurna MPR/DPR, Jakarta, Jumat (16/8). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Institut Riset Indonesia (INSIS) menyebutkan bahwa publik menganggap citra anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 buruk. "Sebanyak 38,5 persen responden menyatakan citra anggota DPR tidak baik," kata peneliti INSIS, Mochtar Oetomo, di Hotel Atlet Century Park, Ahad, 29 September 2013.

    Bahkan, ia menambahkan, sebanyak 26,1 persen responden menyatakan citra anggota Dewan saat ini semakin tidak baik jika dibandingkan dengan anggota pada periode sebelumnya. Hanya 1,9 persen yang menilai citra Dewan semakin baik dibandingkan periode sebelumnya. "Sedangkan yang menilai citra anggota Dewan baik hanya 29,2 persen. Angka ini kecil sekali," ujar Mochtar.

    Menurut Mochtar, buruknya penilaian publik terhadap citra anggota Dewan disebabkan beraneka ragam sikap atau perilaku anggota parlemen saat ini. Antara lain, kapasitas anggota Dewan, moral lantaran terjebak kasus asusila, komitmen pemberantasan kasus korupsi, dan tingkat kehadiran dalam berbagai sidang di Senayan.

    Secara terperinci, sebanyak 47,2 persen responden menyatakan tak puas terhadap sikap atau perilaku anggota Dewan dan 8,1 persen menyatakan sangat tidak puas. "Hanya 34,2 persen responden yang menyatakan puas," ucap Mochtar. Dari sisi moral anggota Dewan, 55,3 responden menyatakan tak puas dan 24,2 persen sangat tidak puas.

    Adapun komitmen pemberantasan korupsi, 52,8 persen responden menyatakan tak puas dan 28,6 persen sangat tidak puas. "Ini bisa dimaklumi karena justru kasus korupsi kebanyakan dilakukan oleh anggota DPR," kata Mochtar. Ihwal kehadiran anggota Dewan, sebanyak 54,7 persen responden menyatakan tak puas dan 23,6 persen sangat tidak puas. "Dalam sidang-sidang penting, banyak bangku yang terlihat kosong."

    Survei dilakukan pada 17 Agustus hingga 20 September 2013 di 34 provinsi di Indonesia. Jumlah responden sebanyak 1.070 orang yang merupakan calon pemilih pada Pemilihan Umum 2014 mendatang. Survei dilakukan melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang atau multistage random sampling dengan margin of error kurang-lebih 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung dengan pedoman kuesioner.

    Menurut Mochtar, survei dilakukan dengan tujuan mengetahui penilaian publik terhadap kinerja anggota Dewan yang masa baktinya bakal berakhir 2014 nanti. "Bagaimana tanggapan publik karena anggota DPR juga merepresentasikan dan mewakili publik," ujarnya. Temuan ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi calon anggota DPR pada masa mendatang.

    PRIHANDOKO


  • DPR
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.