Minggu, 25 Februari 2018

Kapal Tenggelam, Imigran Tinggal di Jakarta

Oleh :

Tempo.co

Sabtu, 28 September 2013 18:48 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Tenggelam, Imigran Tinggal di Jakarta

    Pecahan kapal kayu yang membawa puluhan imigran gelap disapu ombak di pantai Agrabinta, Sukabumi, (28/9). Meski Australia telah menghentikan pemberian suaka, tidak menyurutkan tekad para imigran untuk menyelundup ke negara tersebut. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Bandung -Sebelum mengalami kecelakaan di perairan Cianjur, puluhan imigran gelap asal Timur Tengah dihimpun para pelaku inisiatornya di sebuah apartemen di Jakarta Pusat selama dua bulan terakhir.

    "Mereka ditampung di sebuah apartemen di Jalan Rasuna Said dan mess di Jalan Pramuka, Jakarta,"ujar juru bicara Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul saat dihubungi, Sabtu 28 September 2013.

    Beberapa hari lalu, mereka bertolak ke kawasan pelabuhan di wilayah Banten untuk menyeberang secara gelap ke wilayah Australia. "Mereka berangkat ke Banten dengan menumpang tujuh kendaraan roda empat," kata Martinus.

    Setiba di sebuah pantai di Banten, para imigran asal Irak, Libanon, dan negeri Timur Tengah lainnya ini lalu menaiki kapal tongkang untuk menyeberang ke perairan Australia. Di tengah laut, nakhoda meninggalkan kapal setelah menerima duit dari para imigran dengan menggunakan perahu kecil.

    "Kapal akhirnya dikemudikan sendiri oleh imigran (yang mampu mengemudi). Namun kemudian mereka terombang-ambing sekitar 5 hari di laut sampai kehabisan solar dan akhirnya kapal pecah di perairan Agrabinta, Cianjur,"kata Martinus. 

    Dari data yang diperoleh Martinus hingga hari ini, total jumlah imigran laki-laki dan perempuan yang meninggal sebanyak 22 orang, sedangkan korban selamat 28 orang. "Kronologi lebih detail masih dalam penyelidikan,"kata dia. 

    Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Suhardi Alius juga belum memperinci dari pantai mana para imigran yang membawa serta anak-anak tersebut di kawasan Banten. Penyelidikan dilakukan berkoodinasi dengan Polda Banten dan Mabes Polri. 

    "Itulah dari pantai mana mereka berangkat, kronologi kapal sampai tenggelam dan para pelaku yang terlibat dan pemilik kapal sementara ini masih kami selidiki dan dalami,"kata Suhardi usai sebuah acara di Jalan RE Martadinata, Bandung, Sabtu 28 September 2013.

    Warga Kampung Genggong, Desa Sinar Laut, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 27 September 2013, sekitar pukul 11.00 WIB, menemukan puluhan orang yang terdampar dalam keadaan masih hidup dan tewas di pantai. 

    "Menurut informasi mereka (para korban) adalah penumpang kapal tongkang yang karam di perairan Tegalbuleud, Sukabumi. Sangat mungkin mereka terbawa ombak hingga terdampar di Sinarlaut," kata Camat Agrabinta Erus Ruskandar kepada Tempo kemarin.

    ERICK P. HARDI 


    Topik Terhangat
    Mobil Murah | Kontroversi Ruhut Sitompul | Mun'im Idris Meninggal | Info Haji | Tabrakan Maut


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.