Pengkritik Jokowi Cari Popularitas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sultan Hamengkubuwono X menilai para pengkritik Joko Widodo hanya sekedar mendompleng popularitas Gubernur DKI Jakarta. Tanpa menyebut nama, Sultan menyebutkan badai kritikan ini bermuara tingginya elektabilitas Jokowi.

    "Hanya sekedar mencari popularitas," kata dia dalam Festival Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Yogjakarta, Sabtu, 29 Sepetember 2013.

    Sultan mencontohkan tokoh nasional berinisial AMR yang kerap kali melontarkan kritikan pedas pada Jokowi. Kritikan tokoh ini lebih bernuansa politik soal kepemimpinan Jokowi.

    Namun demikian, Sultan mengingatkan kritikan tokoh politik ini bisa berdampak negatif terhadap pribadi yang bersangkutan. Kritikan membabi buta bisa menjadi bumerang bila pernyataanya sulit untuk dibenarkan.

    "Contoh kritikan AMR pada Jokowi bisa menjadi bumerang pada dirinya sendiri, jangan cuma mencari popularitas saja," ujarnya.

    Sebulan terakhir ini, kepemimpinan Gubernur Jokowi banyak menuai kritik pedas dari sejumlah tokoh nasional Indonesia. Salah satunya kerap dilontarkan petinggi Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, yang menyebutkan kegagalan Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo. Amien Rais menuding Jokowi jadi penyebab Solo menjadi kota termiskin di Provinsi Jawa Tengah.

    SG WIBISONO


    Topik Terhangat

    Mobil Murah
    Kontroversi Ruhut Sitompul
    Mun'im Idris Meninggal
    Info Haji
    Tabrakan Maut

    Berita Terpopuler
    Anggota Polisi Terlibat Sindikat Calo CPNS
    Ini Senapan Paling Laris di Cipacing
    Mun'im Idries dan Kasus Kontroversial
    Ketua Demokrat Bela Gita Tampil di Inbox


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.