Selasa, 20 November 2018

Kapal Imigran yang Tenggelam Berangkat dari Banten

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga berdiri di dekat kantong jenazah imigran gelap di sebuah klinik di Sukabumi, Jawa Barat (28/9). Setidaknya 21 imigran tewas setelah kapalnya karam saat menuju Australia. REUTERS/Beawiharta

    Seorang warga berdiri di dekat kantong jenazah imigran gelap di sebuah klinik di Sukabumi, Jawa Barat (28/9). Setidaknya 21 imigran tewas setelah kapalnya karam saat menuju Australia. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengatakan, kapal imigran gelap yang tenggelam di perairan perbatasan Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jumat, 27 September 2013, diduga berangkat melaut dari salah satu pantai di Provinsi Banten. Para imigran asal Timur Tengah tersebut hendak menyeberang secara gelap menuju perairan Australia.

    Suhardi, menuturkan, awalnya para imigran berkumpul di sebuah tempat di Jakarta. Lalu lewat perjalanan darat, mereka berangkat ke kawasan pantai di Banten dan menyeberang dengan menggunakan kapal nelayan. Namun di tengah laut, nakhoda kapal meninggalkan kapal dengan perahu lain.

    "Kapalnya kemudian dikemudikan sendiri oleh salah satu imigran dan belakangan mengalami kecelakaan di wilayah perairan Sukabumi," tutur Suhardi saat ditemui usai sebuah acara di Graha Kompas, Kota Bandung, Sabtu 28 September 2013.

    Ia belum memerinci dari pantai apa para imigran yang membawa serta anak-anak tersebut. "Itulah dari pantai mana mereka berangkat, kronologi kapal sampai tenggelam dan para pelaku yang terlibat dan pemilik kapal sementara ini masih kami selidiki dan dalami," kata Suhardi. Penyelidikan dilakukan dengan koordinasi bersama Polda Banten dan Mabes Polri.

    "Para imigran ini ada yang berasal dari Saudi Arabia dan Suriah. Data jumlah korban sementara ini ditemukan 22 meninggal dan 28 selamat. Penyelidikan juga dilakukan untuk mencari ada korban lain karena imigran penumpang kapal yang tenggelam katanya lebih banyak (dari jumlah korban yang ditemukan,"kata Suhardi.

    Warga Kampung Genggong, Desa Sinar Laut, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 27 September 2013, sekitar pukul 11.00 WIB, menemukan puluhan orang yang terdampar dalam keadaan masih hidup dan tewas di pantai.

    "Menurut informasi mereka (para korban) adalah penumpang kapal tongkang yang karam di perairan Tegal Buleud, Sukabumi. Sangat mungkin mereka terbawa ombak hingga terdampar di Sinarlaut," kata Camat Agrabinta Erus Ruskandar kepada Tempo kemarin.

    ERICK P. HARDI

    Topik Terhangat
    Mobil Murah
    Kontroversi Ruhut Sitompul
    Mun'im Idris Meninggal
    Info Haji
    Tabrakan Maut

    Berita Terpopuler
    Wasiat Mun'im Idries Sebelum Meninggal
    Heru Lelono Soroti Gita Wiryawan Tampil di Inbox
    Anggota Polisi Terlibat Sindikat Calo CPNS
    Mun'im Idries dan Kasus Kontroversial
    Ini Senapan Paling Laris di Cipacing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.