Sabtu, 17 November 2018

Disebut Dapat Duit Labora, Ini Kata Jenderal Tito

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua yang baru Irjen (Pol) Tito Karnavian diambil sumpahnya  pada acara serah terima jabatan Kapolda Papua, di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/9). ANTARA/Willy

    Kapolda Papua yang baru Irjen (Pol) Tito Karnavian diambil sumpahnya pada acara serah terima jabatan Kapolda Papua, di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/9). ANTARA/Willy

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Tito Karnavian, membenarkan bahwa bekas Kepala Kepolisian Resor Raja Ampat, Taufik Irfan Awaluddin, pernah menerima dana Rp 200 juta dari Brigadir Kepala Labora Sitorus pada Februari 2013. Labora merupakan eks anak buah Taufik sekaligus tersangka yang dijerat tiga tuduhan dan kini tengah menanti persidangan.

    Menurut Tito, hasil pemeriksaan tim gabungan Mabes Polri dan Polda Papua, Senin lalu, menyebutkan Taufik mengakui bahwa dana Rp 200 juta itu akan diserahkan kepada Tito, namun batal. Akhirnya, atas saran Labora, dana tersebut dipakai Taufik untuk kebutuhan operasional Polres. “Jadi, tidak benar dana yang diterima Taufik Rp 600 juta. Saya pun tidak pernah menerima duit Rp 200 juta,” kata Tito kepada Tempo, Rabu sore, 25 September 2013. Tapi, menurut Tito, pihaknya belum merumuskan sanksi untuk Taufik.

    Dalam wawancara Tempo, 18 September 2013, Labora menyebutkan Taufik pernah meminta Rp 600 juta untuk diserahkan kepada Tito. Taufik, kata Labora, akan memakai uang itu untuk memuluskan jalannya menjadi Kepala Polres Kota Sorong. “Bahwa uang tersebut sampai kepada Kapolda atau tidak, saya tidak tahu,” ujar Labora di Kota Sorong, Papua Barat.

    Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri menetapkan Labora sebagai tersangka kasus dugaan pidana pencucian uang dengan perkara pokok pembalakan liar dan penimbunan bahan bakar minyak ilegal. Akhir Agustus lalu, ia menyerang balik polisi dengan membeberkan ratusan transaksi tunai dan transfer yang ditengarai mengalir ke pejabat kepolisian, termasuk Kepala Polres dan Kepala Polda Papua.

    Ketika dimintai konfirmasi pada Rabu malam, 25 September 2013, Taufik enggan menjawab hasil pemeriksaan ihwal aliran duit Rp 200 juta itu. “Nanti saja, saya masih rapat,” katanya. Namun, kepada majalah Tempo edisi pekan ini, ia mengakui pernah menerima duit dari Labora semasa menjabat kepala polres. “Tidak sering, paling lima sampai enam kali,” kata Taufik. Sejak kasus Labora bergulir, Taufik dipindah ke Polda Papua.

    Tito mengakui, dalam daftar transaksi yang dibeberkan Labora, ada aliran dana sekitar Rp 629 juta kepada Kepala Polda pada 29 Januari 2012. Namun, saat itu ia belum menjabat Kepala Polda Papua. Dalam surat telegram Kepala Polri, Tito diangkat menjadi Kepala Polda Papua pada 3 September 2012 menggantikan pejabat lama, Inspektur Jenderal Bigman Lumban Tobing. "Namun, saya baru aktif pada 27 September 2012," ucapnya.

    NURUL MAHMUDAH | BOBBY CHANDRA


    Terhangat:
    Guyuran Harta Labora | Mobil Murah | Tabrakan Maut

    Berita Terkait:
    Bayi Terakhir dari Kembar Lima Meninggal
    Bayi Kembar Lima Masih Harus Bertahan 2x24 Jam
    Orang Tua Bayi Kembar Lima Nantikan Anak 3 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.