Fraksi Demokrat Ngotot Jadikan Ruhut Ketua Komisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruhut Sitompul. Tempo/Tony Hartawan

    Ruhut Sitompul. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf tetap berencana mengusulkan Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi Hukum. Dia mengaku belum mempunyai alternatif pilihan selain politikus itu. Dia mengatakan penolakan sejumlah anggota Komisi disebabkan terbatasnya waktu untuk lobi ke masing-masing fraksi yang terbatas.

    "Sampai saat ini masih tetap. Saya baru umumkan Rabu, kan, terlalu cepat waktunya," kata Nurhayati saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Rabu, 25 Jakarta 2013.

    Dia berencana melakukan pendekatan yang lebih maksimal demi meloloskan kadernya menjadi pimpinan Komisi. Nurhayati tetap optimis lobi yang akan dilakukannya ke Komisi Hukum bakal berhasil.

    "Saya enggak mau give up sebelum melakukan. Sangat disayangkan mereka mengarah ke ranah personal serta tidak menghargai kebijakan fraksi," katanya. Kendati demikian, apa pun hasil dari pendekatan ini, Nurhayati akan melaporkannya ke DPP.

    Ruhut Sitompul ditunjuk sebagai Ketua Komisi Hukum menggantikan Gede Pasek Suardika. Ruhut sebelumnya sudah berkali-kali mengatakan dirinya diminta langsung oleh Syariefuddin Hasan untuk memimpin Komisi tersebut. Pergantian ini tak lama setelah Pasek menghadiri deklarasi ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia buatan Anas Urbaningrum.

    ALI AKHMAD

    Topik Terhangat
    Guyuran Harta Labora | Mobil Murah | Tabrakan Maut

    Berita Terpopuler
    Pengakuan Perwira Polisi Penerima Dana Labora
    Ruhut Tantang Penentangnya di Komisi III 
    Ruhut Gagal Dilantik sebagai Ketua Komisi Hukum 
    BlackBerry Dibeli Fairfax US$ 4,7 Miliar 
    Ngebut, Mahasiswa Pengemudi Porsche Kena Tilang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.