Selasa, 20 November 2018

Dua Tank Leopard Tiba di Tanah Air  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknisi memeriksa Main Batle Tank (MBT) Leopard yang akan di beli oleh pemerintah Indonesia dari Jerman saat persiapan Indo Defence Expo dan Forum 2012 di Kemayoran, Jakarta, (06/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    Teknisi memeriksa Main Batle Tank (MBT) Leopard yang akan di beli oleh pemerintah Indonesia dari Jerman saat persiapan Indo Defence Expo dan Forum 2012 di Kemayoran, Jakarta, (06/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat kembali menerima alat utama sistem persenjataan yang baru. Senjata terbaru itu adalah tank tempur utama (main battle tank) Leopard 2A4 dan tank menengah Marder buatan Jerman.

    "Sudah datang dua unit Leopard dan dua unit Marder," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman kepada Tempo, Senin, 23 September 2013. Keempat tank itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad pagi kemarin. Saat ini keempat tank sedang dalam pengecatan dan persiapan pakai. "Untuk pengecatan masih bisa kami lakukan sendiri," kata Budiman.

    Budiman mengaku senang dengan hadirnya empat unit tank baru itu. Dia mengatakan tank-tank baru itu bisa memperkuat kemampuan kavaleri Indonesia. Dia menambahkan, dari total 156 tank yang dibeli itu semuanya punya fungsi komplet. Sebagai contoh, bukan tank tempur saja yang diperoleh TNI, melainkan tank khusus ekskavator, buldoser, dan jembatan untuk pasukan Zeni, serta tank penyapu ranjau.

    Dari informasi yang diperoleh Tempo, kedatangan keempat unit tank ini terbilang lebih awal. Sebab, sesuai dengan rencana, pengiriman awal tank dari Jerman ini dijadwalkan Oktober 2013. Keempat tank ini rencananya bakal dipamerkan dan dilibatkan dalam perayaan hari jadi TNI pada 5 Oktober 2013.

    Sebelumnya, Kementerian Pertahanan membeli 153 unit tank dari pemerintah Jerman. Tank tersebut yakni tank Leopard Ri sebanyak 61 unit, tank Leopard 2A4 sebanyak 42 unit, dan tank Marder sebanyak 50 unit. Pembelian tank ini dikatakan tidak melebihi pagu anggaran sebesar US$ 280 juta.

    Pembelian tank ini juga dilengkapi dengan kesepakatan transfer teknologi yang diteken pada November 2012 lalu. PT Pindad dan Bengkel Pusat Angkatan Darat akan mendapatkan kerja sama pelatihan untuk perbaikan ringan hingga berat.

    Kehadiran 153 unit tank ini diharapkan bisa menambah kekuatan TNI AD. Saat ini Indonesia belum juga punya tank kelas berat yang mumpuni. Selama ini, TNI AD mengandalkan tank tempur ringan, seperti Scorpion buatan Inggris, tank AMX-13, dan AMX-10p. Ketiga jenis tank ringan itu terbilang uzur sebab diproduksi pada 1940-1950-an.

    INDRA WIJAYA

    Topik Terhangat:
    Penembakan Polisi| Tabrakan Anak Ahmad Dhani |Mobil Murah|Miss World Info Haji


    Berita Terpopuler:

    BBM Ada di Android, BlackBerry Optimistis Bertahan
    BBM Terbuka di Android, Penjualan BlackBerry?
    Ngaku di Singapura, Nikita Mirzani Cuit dari Grogol
    Jumpa Boediono, Ahok Melunak Soal Mobil Murah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.