Dana Ngunduh Mantu Anang-Ashanty Tak Masuk KONI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Jember Muhammad Zainal Abidin Djalal (kiri), bersama Anang Hermansyah (kanan) mengikuti jalan santai di Jember, Jawa Timur, Jumat (6/7). ANTARA/Seno S.

    Bupati Jember Muhammad Zainal Abidin Djalal (kiri), bersama Anang Hermansyah (kanan) mengikuti jalan santai di Jember, Jawa Timur, Jumat (6/7). ANTARA/Seno S.

    TEMPO.CO, Jember--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  dan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jember membantah ada alokasi anggaran buat acara 'Ngunduh Mantu' Anang Hermansyah - Ashanty dalam APBD 2012. Ketua Komisi D Ayub Junaidi memastikan tidak ada anggaran dalam APBD di rangkaian kegiatan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2012. "Yang tercatat di APBD 2012 hanya dana hibah untuk KONI Jember sebesar Rp 6,5 miliar," katanya, Kamis, 19 September 2012 petang.

    Menurut Ayub Komisi D sudah mengingatkan agar penggunaan dana hibah ke KONI Jember  sesuai aturan. Dalam dalam rapat bulan Juni 2012 lalu terungkap bahwa dana itu juga digunakan untuk kegiatan BBJ. "Saat itu saya katakan acara BBJ pakai dana Kantor Pariwisata saja," katanya.

    Rendra Wirawan, Sekretaris KONI Jember membantah dana hibah APBD ke KONI ada yang dialokasikan untuk acara 'Ngunduh Mantu' dan 'Artis Pulang Kampung'. "Kedua kegiatan itu memang ada dalam rangkaian kegiatan BBJ 2012. Tapi sama sekali tidak menggunakan anggaran KONI," ujar dia.

    Rendra mengakui bahwa anggaran  KONI Rp 6,5 Milyar tersebut digunakan untuk 22 kegiatan dari total 24 kegiatan BBJ. Namun kegiatan-kegiatan itu berhubungan dengan olahraga, seperti lomba paralayang dan lomba motor trail.

    Dia menyatakan telah menyerahkan laporan pertanggung jawaban dana itu kepada penyidik Kejaksaan Negeri Jember secara lengkap. "Semua sudah kami laporkan. Kami hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,2 milyar. Hemat sekitar Rp 2 miliar karena kerjasama dengan sponsor," katanya.

    Aries Surya, Kepala Kejaksaan Negeri Jember mengatakan, proses penyelidikan kasus itu terus dilakukan. Sebanyak 20 orang saksi sudah diperiksa. "Penyidik menemukan banyak indikasi kegiatan yang memakai double accounting atau anggaran dobel," katanya.

    Sebanyak 24 kegiatan dalam BBJ itu, kata dia, sebenarnya sudah mendapat kucuran dana Rp 6,5 miliar dari APBD. Namun prakteknya sebagian kegiatan itu masih mendapat bantuan sponsor.

    MAHBUB DJUNAIDY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.