Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pemerintah DIY Akan Dirikan Akademi Komunitas

image-gnews
Sri Sultan Hamengkubuwono X saat mengikuti ritual Ngabekten di Bangsal Kencono, kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (8/8). TEMPO/Suryo Wibowo
Sri Sultan Hamengkubuwono X saat mengikuti ritual Ngabekten di Bangsal Kencono, kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (8/8). TEMPO/Suryo Wibowo
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta--Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan mendirikan Akademi Komunitas, sebuah lembaga pendidikan tingkat Diploma di bidang seni dan budaya. "Sudah dibahas dengan Dirjen Dikti," kata Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam dialog bersama seniman dan budayawan di kantor Dinas Kebudayaan, Selasa 17 September 2013.

Pendirian lembaga pendidikan ini akan dibiayai dengan dana keistimewaan. Sebesar 70-80 persen dari dana keistimewaan memang dialokasikan untuk bidang kebudayaan. Lulusan sekolah, direcanakan setingkat dengan D1. "Syukur-syukur bisa naik D2," kata dia.

Nantinya, lanjut dia, mahasiswa akademi adalah lulusan pendidikan setingkat SMA. Lulusan sekolah yang tak mampu kuliah karena keterbatasan biaya juga bisa mendaftar di sekolah ini secara gratis. Asal punya ketrampilan bidang seni-budaya dan kerajinan serta memiiliki minat besar untuk belajar.

Selain itu, para perajin -batik dan gamelan misalnya- yang tak lagi usia sekolah juga bisa mendaftar sebagai siswa. Sehingga mereka bisa mendapat sertifikat diploma sebagai pengakuan atas keahliannya. "Kalau punya (sertifikat) D1 semoga honor mereka bisa naik," kata dia.

Untuk menyiapkan program kebudayaan, Sultan menunjuk staf ahlinya di bidang seni budaya, Sumandyo Hadi. Dosen ISI Yogyakarta itu sekaligus diperbantukan di Dinas Kebudayaan untuk membantu persiapan mendirikan Akademi Komunitas. Untuk kurikulum pendidikan di Akademi, Sultan berpesan agar lebih mengutamakan praktek dibanding teori.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah V DIY Bambang Supriyadi mengatakan Akademi Komunitas berstatus lembaga pendidikan swasta. "Bukan negeri," kata dia. Untuk mengelolahnya, pemerintah harus membentuk yayasan. Semula 60 persen dari kurikulumnya akan diisi dengan praktek. Dan sisanya, 40 persen teori. Tapi prosentase itu kemungkinan besar akan diubah menjadi 75 persen praktek dan 25 persen teori.

Ada sejumlah program studi yang ditawarkan. Yakni seni tari, kriya, pedalangan, teater, dan karawitan. Di dalam program studi ini bisa dimasukkan minat pada bidang yang lebih khusus. Misalnya konsentrasi tari tradisional klasik dan kerakyatan di program seni tari. Meski demikian, kelima program itu belum final. Akademi bisa memilih beberapa di antaranya saja.

Ia mengatakan syarat calon mahasiswa harus lulusan SMA bisa jadi hambatan pendaftaran. Namun, untuk calon mahasiswa yang tak mengantongi ijazah SMA/MA tetap bisa mendaftar dengan sertifikat kelulusan Kejar Paket C.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut dia, tahun 2013 ini adalah tahapan persiapan Akademi. Tahun berikutnya, pada 2014 adalah pendirian sekaligus mulai operasional angkatan pertama, 2014/2015. Pendirian akademi akan melibatkan sejumlah kalangan, dari pemerintah, SMKI, pusat kerajinan, hingga sanggar dan padepokan milik seniman. Sehingga di tahap awal pengoperasin, proses belajar-mengajar bisa dilakukan di sanggar dan padepokan tersebut. Adapun kantor rektorat, bisa jadi menggunakan kantor atau bangunan milik pemerintah DIY.

Kurator Seni Lukis Kuss Indarto menilai program itu cukup bagus. Namun ia mengingatkan agar pemerintah tak terjebak pada sikap formalis dalam memperlakukan seniman dan budayawan. Untuk seniman tradisional, standarisasi keahlian melalui sertifikat lulusan akademi mungkin diperlukan. Namun untuk seniman profesional, misalnya Butet Kertaredjasa, dinilainya justru tak tepat. "Butet itu lulusan SMA, tapi dia seniman nasional," kata dia.

Sejumlah seniman, sambung dia, memang tak lulus kuliah. Namun kini, banyak dari mereka yang menggelar banyak pameran. Dari di dalam hingga luar negeri. Kalau standarisasi akademis itu diberlakukan, ia menilai, "Ini kayak (kebijakan) Dikbud dulu, seniman harus bersertifikat."

Ia mengatakan sebaiknya pemerintah juga memperhatikan dan mendukung proses kreatif seniman. Di Yogyakarta, setidaknya ada 150 hingga 200 even pameran yang digelar saban tahun. Baik berskala besar hingga kecil, dari yang digelar di galeri hingga kos-kosan.

Banyak di antara pameran itu digelar dengan modal pas-pasan serta cekak dukungan pemerintah. Sebut saja Bienalle Jogja, dengan dana pameran yang dibutuhkan hingga Rp 3,5 milyar, dukungan pemerintah hanya Rp 500 juta saja. Sebaiknya, pemerintah pun mengalokasikan dana lebih besar untuk membantu pameran-pameran seperti itu.

ANANG ZAKARIA


Terhangat:
Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Info Haji | Penembakan Polisi

Baca juga:
Fathanah Minta Tri Kurnia Tutupi Perselingkuhannya

Jokowi - Ahok 'Menggoyang' Mal di Jakarta

Cuma Curhat, Fathanah Beri Cewek Ini Ratusan Juta?

Dirut TVRI Paksa Redaksi Siarkan Konvensi Demokrat

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

USAID dan USINDO Menyelenggarakan Pameran Pendidikan untuk Pascasarjana di Amerika Serikat

2 hari lalu

Universitas New York, Amerika Serikat. Sumber: Instagram/asiaone.com/nyuniversity
USAID dan USINDO Menyelenggarakan Pameran Pendidikan untuk Pascasarjana di Amerika Serikat

Pameran pendidikan ini bertujuan menginformasikan pada calon mahasiswa S2 cara untuk menembus universitas-universitas terkemuka dunia di AS.


Riset AI di Dunia Pendidikan, Mayoritas Jawaban ChatGPT Tak Terdeteksi oleh Penguji

2 hari lalu

Ilustrasi kecerdasan buatan atau AI. Dok. Shutterstock
Riset AI di Dunia Pendidikan, Mayoritas Jawaban ChatGPT Tak Terdeteksi oleh Penguji

Riset University of Reading, Inggris, menunjukkan mayoritas ujian yang dikerjakan AI tak terdeteksi penguji. Nilai jawaban ChatGPT lebih tinggi.


Bamsoet Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Jurnal Ilmiah Dalam Negeri

6 hari lalu

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima cendaramata Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI), di Jakarta, Kamis 11 Juli 2024.
Bamsoet Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Jurnal Ilmiah Dalam Negeri

Bamsoet menerima aspirasi Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) agar pemerintah dan parlemen mengembangkan jurnal yang diterbitkan oleh berbagai kampus ataupun berbagai organisasi di Indonesia


Tiga Pejabat di Universitas Colombia Dipencat karena Anti-Semit

8 hari lalu

Ilustrasi palu sidang pengadilan. legaljuice.com
Tiga Pejabat di Universitas Colombia Dipencat karena Anti-Semit

Universitas Colombia memecat tiga pejabat bidang adminstrasi karena saling bertukar pesan soal anti-semit.


Polisi Australia Tangkap Remaja 14 Tahun Setelah Penikaman di Universitas Sydney

16 hari lalu

Sebuah kendaraan polisi terlihat di tempat kejadian setelah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun ditangkap dan seorang pria berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit menyusul insiden penikaman di Universitas Sydney di Camperdown, Australia, 2 Juli 2024. REUTERS /Kirsty Needham
Polisi Australia Tangkap Remaja 14 Tahun Setelah Penikaman di Universitas Sydney

Polisi Australia menangkap seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun setelah melakukan penikaman di Universitas Sydney


AS Kirimkan Puluhan Ribu Bom Seberat 1 Ton ke Israel Sejak 7 Oktober

19 hari lalu

Warga Palestina mencari makanan di antara puing-puing yang terbakar pasca serangan Israel di daerah yang diperuntukkan bagi para pengungsi, di Rafah di selatan Jalur Gaza, 27 Mei 2024. Israel dilaporkan membombardir Rafah, yang menyebabkan 45 orang tewas. REUTERS/Mohammed Salem
AS Kirimkan Puluhan Ribu Bom Seberat 1 Ton ke Israel Sejak 7 Oktober

Amerika Serikat telah mengirimkan puluhan ribu amunisi berat ke Israel- termasuk lebih dari 10.000 bom seberat hampir 1 ton untuk digunakan ke Gaza


127 WNI Menerima Beasiswa Fulbright 2024

22 hari lalu

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia Suharti dan Asisten Menteri Luar Negeri AS Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Lee Satterfield menandatangani kesepakatan implementasi Program Fulbright di Indonesia. e.america.gov
127 WNI Menerima Beasiswa Fulbright 2024

Fulbright adalah beasiswa bergengsi untuk melanjutkan pendidikan dan penelitian di Amerika Serikat.


Australia dan BRIN Luncurkan Bantuan Pendanaan Baru untuk Penelitian Bidang Bioekonomi

27 hari lalu

Australia dan Indonesia pada 21 Juni 2024, meluncurkan bantuan pendanaan penelitian baru. sumber: dokumen Kedutaan Besar Australia di Jakarta
Australia dan BRIN Luncurkan Bantuan Pendanaan Baru untuk Penelitian Bidang Bioekonomi

Australia dan BRIN meluncurkan bantuan pendanaan baru untuk penelitian. Pendaftaran terbuka untuk universitas, organisasi penelitian dan NGO.


Program Studi Akuntansi Universitas Bunda Mulia Raih Akreditasi Unggul

34 hari lalu

Program studi Akuntansi Universitas Bunda Mulia (UBM) dengan akreditasi tertinggi yakni Akreditasi Unggul.
Program Studi Akuntansi Universitas Bunda Mulia Raih Akreditasi Unggul

UBM selalu membuktikan komitmennya untuk menjadi universitas swasta unggulan yang menghasilkan lulusan-lulusan terbaik yang kompeten dan berdaya saing di era global ini.


Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Forum Australia-Indonesia Diluncurkan

35 hari lalu

Kementerian Pendidikan Australia pada 12 Juni 2024, menggelar Forum Australia-Indonesia. Sumber: dokumen Kedutaan Besar Australia
Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Forum Australia-Indonesia Diluncurkan

Forum Australia-Indonesia diluncurkan untuk meningkatkan tata kelola dan manajemen universitas.