Cuma Curhat, Fathanah Beri Cewek Ini Ratusan Juta?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Fathanah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ahmad Fathanah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Diberi uang ratusan juta dan perhiasan oleh Ahmad Fathanah, Tri Kurnia Rahayu mengaku hanya menjadi tempat mencurahkan isi hati terdakwa suap impor daging sapi itu. Tri mengatakan ia tidak memberikan timbal-balik apapun atas segala pemberian Fathanah.

    "Saya cuma tempat curhat," ujar Tri Kurnia ketika bersaksi untuk terdakwa Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 16 September 2013.

    Ia mengatakan setelah curhat, Fathanah kemudian mengiriminya uang. “Mungkin royalnya seperti itu," ujarnya. Tri mengatakan hanya mengetahui Fathanah sebagai pengusaha.

    Selama mengenal Fathanah, Tri mengaku pernah menerima uang Rp 200 juta untuk membeli mobil Honda Freed. Ia juga mendapat ratusan juta lainnya secara tunai maupun transfer. Cincin dan anting senilai puluhan juta juga diterimanya dari orang dekat Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq itu.

    Menurut pesinetron tersebut, Fathanah pernah menjanjikan event organizer tempatnya bekerja mengurus acara PKS. Ia mengatakan tidak pernah mendengar Fathanah membicarakan proyek-proyek yang sedang dikerjakan. Fathanah, kata dia, mengaku punya peternakan sapi di kawasan Lembang, Bandung.

    Sebagian keterangan Tri dibantah Fathanah. Fathanah mengatakan "Mungkin saksi Tri tidak mendengarkan dengan baik perkataan saya,” ujarnya. “Saya tidak memiliki peternakan maupun saham di toko berlian."

    MAYA NAWANGWULAN

    Terpopuler:
    Gara-gara Ngobrol, Perwira Ini Diusir Kapolri  
    Jokowi Disoraki di Majelis Tafsir Al-Quran
    Halo, Saya Bunda Putri
    Munzir Almusawa Ramal Dirinya Meninggal di Usia 40
    Munzir Almusawa Meninggal Ramai di Twitter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.