Polisi Medan Tangkap 142 TKI Ilegal dari Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Medan:Jajaran Polwiltabes Medan mengamankan 142 orang yang disinyalir sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal. Mereka berasal dari Aceh dan berniat pergi menuju Malaysia. Hingga kini, polisi mengumpulkan mereka di aula Kamtibmas Polwiltabes Medan, Senin (7/1). Para laki-laki yang berniat mengadu nasib ke negeri Jiran itu diketahui berusia antara 20-30 tahun. Selama pemeriksaan, beberapa mengaku sudah pernah bermukim di Malaysia, kemudian tertangkap polisi, akhirnya diusir kembali ke Indonesia melalui Tanjung Pinang, Riau. Mereka mengaku untuk memasuki Malaysia dibantu para tekong (pemandu kapal) dengan imbalan Rp 500-Rp 2 juta. Jasa para tekong itu dihitung sejak para TKI ilegal itu tinggal di penampungan hingga masuk ke Malaysia tanpa dokumen sah. Ada lima orang tekong yang berperan penting. Tapi, sampai saat ini tak seorang pun berhasil ditangkap polisi Medan. Kapolwiltabes Medan Komisaruis Besar Badrodin Haiti menegaskan bahwa pencari kerja yang digerebek di Jalan Utama Gang Cendana Medan, Minggu malam lalu, tersebut merupakan TKI ilegal. Mereka kini tengah diperiksa aparat reserse. “Kami masih memeriksa sebagai calon TKI ilegal. Tapi, bisa jadi ada indikasi berhubungan dengan kelompok GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Itu bila melihat mereka masih berusia muda, lugu dan berasal dari wilayah konflik GAM di Aceh," kata Badrodin. Diantara mereka, hanya beberapa yang mengaku ingin pergi ke Malaysia. Kebanyakan menyatakan ingin mencari teman dan mencari kerja di Medan. Seperti pengakuan Azhar, 26, asal Ulee Karing, Aceh Besar. Ia ingin menjumpai Erry, temannya, yang bekerja di Telkom Medan. Upaya itu gagal, ia terdampar di penampungan yang dikelola tekong bernama Ameng. "Kami naik bis Anugerah dari Banda Aceh. Di Medan, kami jumpa sesama orang Aceh lalu numpang tidur di penampungan, kemudian digerebek polisi," katanya. Lain halnya Syaiful, asal Kampung Tengah, Aceh Selatan. Ia menyatakan sudah membayar kepada tekong Rp 1,2 juta untuk keberangkatanya ke Malaysia. "Saya tiga hari di Medan, menunggu keberangkatan ke Malaysia. Rencananya lewat Tanjung Balai, Riau," katanya. (Bambang Soed - Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...