Perajin Tempe Tahu Beralih ke Kedelai Hitam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana mogok produksi pembuatan pabrik tahu di kawasan Cipulir, Jakarta, Senin (9/9). Produsen yang tergabung dalam Gabkoptindo (Gabungan Koprasi Produsen Tempe Tahu Indonesia) mogok produksi selama tiga hari. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Suasana mogok produksi pembuatan pabrik tahu di kawasan Cipulir, Jakarta, Senin (9/9). Produsen yang tergabung dalam Gabkoptindo (Gabungan Koprasi Produsen Tempe Tahu Indonesia) mogok produksi selama tiga hari. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Madiun - Sejumlah perajin tempe dan tahu di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, beralih ke kedelai hitam agar tetap bisa meneruskan usahanya. Sebab, harganya lebih murah dibandingkan komoditas serupa yang diimpor. "Per kilogramnya Rp 6.000," kata Iskariman, salah seorang produsen tahu di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa, 10 September 2013.

    Harga itu lebih rendah dibandingkan nilai jual kedelai impor yang berkisar antara Rp 9.500-Rp 10.000. Dengan selisih harga sekitar Rp 3.500, menurut Iskariman, bisa mengatrol omsetnya. Saat mulai mengolah kedelai hitam pada Senin, 9 September 2013, dia mematok harga tahu Rp 35 ribu per papan atau 24 potong. Padahal biaya produksinya hanya Rp 30 ribu.

    Pengalihan bahan baku dari kedelai impor ke kedelai lokal merupakan upaya Iskariman untuk tetap bertahan. Hasil produksinya juga diminati para pembeli di wilayah Caruban, Kabupaten Madiun dan Ngawi. Pihak pengecer memesan tahu berbahan baku kedelai hitam untuk dipasarkan. Karena itu, Iskariman akan terus mengolah kedelai hitam menjadi tahu. Bahkan, 30 ton hasil pertanian lokal tersebut telah dipesan dari agen di Ponorogo. "Sambil menunggu harga kedelai impor kembali normal," ujarnya.

    Dia menegaskan tidak ikut-ikutan mogok berproduksi karena dinilai bakal berimbas pada kelanjutan usahanya. "Nanti pelanggan malah kabur dan bagaimana nasib karyawan," kata pria yang memiliki 30 karyawan dan 50 distributor ini.

    Sementara iru, perajin tempe di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, juga beralih ke kedelai hitam untuk meneruskan produksinya. "Karena harga kedelai impor mahal," kata dia. Meski begitu, tahu dan tempe berbahan kedelai hitam memiliki kelemahan. Dari segi warna, misalnya, lebih gelap. "Kalau untuk rasa, saya kira sama saja dengan yang berbahan kedelai impor. Proses pembuatannya juga sama," ujarnya.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


    Topik Terhangat
    Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World | CPNS | Suriah Mencekam

    Berita Terpopuler:
    Harisson Ford Naik Meja Menteri untuk Betulkan AC
    Cerita Pacar Dul Sebelum Kecelakaan
    Menhut Tak Nyaman dengan Pertanyaan Harrison Ford
    Jenis Mobil Dul, Mitsubishi Lancer EX, Bukan Evo X
    Menhut Bantah Aksi Naik Meja Harrison Ford
    Istana Akan Ajukan Deportasi Harrison Ford


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.