Puji Jokowi, Megawati Pakai Bahasa Simbolis Jawa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Calon Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi berjalan menyalami  Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri disaksikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustinus Teras narang (dua kanan) dan Calon Wakil Gubernur DKI pasangan Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan), dalam acara bertemu dengan Masyarakat Kalimantan di Jakarta, Minggu (29/4) di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta. ANTARA/FX Ismanto

    Bakal Calon Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi berjalan menyalami Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri disaksikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustinus Teras narang (dua kanan) dan Calon Wakil Gubernur DKI pasangan Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan), dalam acara bertemu dengan Masyarakat Kalimantan di Jakarta, Minggu (29/4) di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta. ANTARA/FX Ismanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Politik Syamsuddin Haris menilai, pujian Megawati Soekarnoputri yang ditujukan untuk Joko Widodo pada Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bisa ditafsirkan dukungan Mega untuk pencalonan Jokowi sebagai presiden pada Pemilu 2014.

    Menurut Haris, Megawati sengaja tidak menggunakan bahasa yang tegas dalam mendukung Jokowi karena karakteristik kesukuannya sebagai orang Jawa. "Dia (Megawati) kan orang Jawa, biasanya tidak to the point. Itu bahasa simbolis yang dipakai. Padahal maksudnya ke sana (mendukung pencalonan)," kata Syamsuddin saat dihubungi Tempo, Jumat, 6 September 2013.

    Haris mengatakan, Megawati tidak dapat lagi melawan kehendak kadernya yang menginginkan Jokowi mewakili partai untuk bertarung pada Pemilu Presiden 2014. Tak hanya itu, dia juga menilai Mega harus mengikuti keinginan publik yang tercermin pada hasil survei yang sering kali menempatkan Gubernur DKI Jakarta itu di urutan tertinggi.

    Megawati, kata Haris, sebenarnya memahami kemauan publik agar dapat menyampaikan pernyataan lebih tegas. Tapi anak Soekarno itu memilih kalimat yang tersirat untuk menjaga posisinya agar tetap netral.

    ADVERTISEMENT

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri beralasan menyuruh Jokowi membacakan "Dedication of Life" Presiden pertama Indonesia, Soekarno, karena merupakan generasi penerus Soekarno. "Kenapa 'Dedication of Life' yang membaca adalah Jokowi, karena sebuah makna generasi," kata Megawati. Pernyataan Mega ini langsung disambut tepuk tangan dari seluruh peserta Rakernas PDIP. "Pak Jokowi mendapatkan getaran itu," ujar Mega.

    Namun Megawati melarang untuk tepuk tangan lebih meriah. Alasannya, penerus Soekarno tidak hanya Joko Widodo, tapi juga seluruh kader PDIP, terutama yang menjadi gubernur karena memimpin suatu daerah. Para gubernur dari PDIP, kata Mega, secara alami harus meneladani Soekarno.

    ALI AKHMAD



    Topik terhangat:

    Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Miss World | Penerimaan CPNS

    Berita terkait:
    Megawati Diminta Pilih Jokowi Jadi Capres
    Jokowi: Soal Capres PDIP Tanya Megawati
    Megawati Sebut Jokowi Pemimpin Potensial
    Megawati Anggap Jokowi Penerus Soekarno
    Megawati Soekarnoputri: Kok Saya Diminta Retired?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.