Jokowi Semobil Lagi Dengan Megawati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintas di atas jembatan yang terpampang spanduk bertuliskan 'Jokowi Yes Megawati No' di Jakarta (7/9). Spanduk tersebut merupakan dukungan dari barisan Jokowi For President. ANTARA/Rino

    Pengendara melintas di atas jembatan yang terpampang spanduk bertuliskan 'Jokowi Yes Megawati No' di Jakarta (7/9). Spanduk tersebut merupakan dukungan dari barisan Jokowi For President. ANTARA/Rino

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali berada satu mobil dengan Ketua Umum PDIP Megawati. Apabila sebelumnya mereka satu mobil saat datang ke Rakernas III PDIP, sekarang saat meninggalkan gedung lokasi Rakernas, Econvention, Ancol, Jakarta Utara

    Jokowi dan Megawati meninggalkan gedung Econvention pada pukul 13.45. Mereka pergi menggunakan mobil Toyota Vellefire berwarna hitam dengan nomor polisi B 2301 MT yang siaga menunggu mereka di depan pintu masuk VIP Econvention.

    Keduanya berjalan ke mobil ditemani putri Megawati, Puan Maharani, serta politikus PDIP Effendi Simbolon. Sambil berjalan ke mobil, mereka enggan menanggapi rangkaian-rangkaian pertanyaan yang dilayangkan wartawan.

    Puan masuk duluan ke mobil, baru diikuti Megawati dan Jokowi. Puan, yang masuk duluan, duduk di kursi belakang, sementara Mega duduk di kursi tengah sisi kanan dan Jokowi di kursi tengah sisi kiri. Sedangkan Effendi di kursi depan, samping sopir.

    ADVERTISEMENT

    Belum diketahui secara pasti ke mana tujuan Megawati dan Jokowi. Ajudan Jokowi mengatakan, Jokowi hanya pergi sebentar dan akan kembali ke gedung Econvention.

    ISTMAN MP


    Terhangat:
    Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Miss World

    Berita Terkait:
    Jokowi 'Tempel' Mega di Ancol
    Bacakan Naskah Soekarno, 'Hidup Jokowi!'
    Megawati Anggap Jokowi Penerus Soekarno


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.