Puluhan Satwa di Maluku Utara Terancam Punah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Melly Anne

    TEMPO/ Melly Anne

    TEMPO.CO, Ternate -Sebanyak 23 jenis satwa langka di  Provinsi Maluku Utara terancam punah. Koordinator Keanekaragaman Hayati dari Burung Indonesia Hanom Bashari mengatakan satwa langka ini terdiri dari 12 jenis satwa burung, 5 jenis ikan, tiga jenis mamalia, dua reptilia,  dan satu jenis capung. Selain itu, ada 12 jenis tumbuhan langka di provinsi itu yang juga terancam punah.

    “Burung Kakatua Putih, tanaman Gaharu, dan ikan Napoleon misalnya saat ini karena jumlahnya kurang dari 500 ekor,” kata Hanom kepada Tempo di sela sela kegiatan pembuatan profil ekosistem kritis kawasan Wallacea, kemarin. 

    Ia menyebutkan beberapa satwa dan tanaman langka di Maluku Utara yang juga terancam populasinya adalah Kesturi Ternate, Bayan, Nuri Kalung Ungu, Kuskus Gebe, Kuskus Matabiru, satu jenis capung,  dan Anggrek Halmahera. “Semua itu hidup di daratan Halmahera,” ucap Hanom. Faktor yang mengancam kelestarian hidup mereka karena wilayah hidup satwa mengecil setelah area hutan menyusut, dan tingginya perburuan satwa liar.

    Koordinator Conservation Out Come Indonesia, Ria Sarianti mengatakan kawasan Wallacea menjadi tempat hidup ratusan jenis keanekaragaman hayati yang unik dan langka. Kawasan Wallacea terdiri dari Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Pulau Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Timor Leste. “Banyak satwa di kawasan ini terancam punah. Maka perlindungan satwa harus dilakukan,” ujarnya.  

    BUDHY NURGIANTO



    Terhangat:

    Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Jalan Soeharto

    Berita Terkait:
    Penangguhan Penahanan Dikabulkan, @benhan Bebas
    Tak Hanya @benhan, Ini 'Korban' UU ITE
    Istri @benhan: Suami Diperlakukan Bak Perampok
    Rame-rame Dukung @benhan Lewat #FreeBenhan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.