Jumat, 23 Februari 2018

Kuesioner Ukuran Kelamin Siswa Ditarik di Sabang

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 6 September 2013 14:50 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuesioner Ukuran Kelamin Siswa Ditarik di Sabang

    Siswa beberapa sekolah di Aceh menyanyikan lagu Jepang, Omoiyari (belas kasih sayang) dalam peringatan dua tahun tsunami di Jepang, di SMP 1 Pekan Bada, Aceh Besar, Senin (11/3). TEMPO/Adi Warsidi

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Kuesioner bergambar kelamin yang sempat beredar di SMP Negeri 1 Sabang telah ditarik oleh pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Sabang. Rencana peredarannya juga sudah distop di beberapa sekolah yang lain.

    Kepala Puskesmas Cok Bak U, Kota Sabang, Fatimah Zainab, mengakui telah melakukan penyebaran kuesioner kontroversial itu. Ia mengatakan, pembagian kuesioner awalnya bertujuan untuk menjaring informasi kesehatan dari para siswa. “Kebetulan baru di satu sekolah, lainnya belum, tapi sekarang sudah ditarik kembali,” katanya kepada Tempo, Jumat, 6 September 2013.

    Menurut Fatimah, isi kuesioner bukanlah tanggung jawabnya. Survei itu adalah program dari Dinas Kesehatan yang telah ada sejak tahun lalu. “Puskesmas hanya memberi persetujuan untuk penyuluhan kesehatan buat siswa, dan petugas puskesmas hanya menangani operasional di lapangan,” katanya

    Fatimah menilai tujuan penyebaran kuesioner itu sebenarnya baik, yakni untuk mengetahui masalah kesehatan siswa, penyakit, termasuk kesehatan reproduksi dan perkembangan bentuk tubuh. Masalahnya kemudian muncul gambar perkembangan organ kelamin pada halaman kelima.

    ”Itu kemudian ada yang protes, dan masalah ini lalu membesar,” ujarnya. Penyuluhan tersebut agenda rutin dari puskesmasnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Taqwallah, mengatakan terjadi kesalahan teknis dalam prosedur pengisian kuesioner tersebut. Seharusnya kuesioner tidak dibagi dan tidak boleh dibawa pulang karena bersifat rahasia. ”Guru harus mewawancarai murid dan guru juga yang mengisinya berdasarkan jawaban sang murid,” katanya.

    Dinas Kesehatan Aceh telah meminta maaf karena terjadinya kehebohan terkait kuesioner tersebut. Dinas Kesehatan berencana mengevaluasi kembali isi kuesioner agar sesuai dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh. “Semua berawal karena petugas kesehatan tidak menjelaskan teknis pengisiannya," ujarnya.

    ADI WARSIDI

    Topik Terhangat

    Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Penerimaan CPNS | Suriah Mencekam

    Berita Terpopuler
    Abraham Samad: Rudi Rubiandini Orang Serakah
    Istri @benhan: Suami Diperlakukan Bak Perampok
    Zaskia Gotik Putuskan Pertunangan dengan Vicky
    Ahok: Tiada Ampun bagi Kopaja Ugal-ugalan
    Hukuman Serda Ucok: 11 Tahun Bui dan Dipecat


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.