Angkot di Bandung Akan Digratiskan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkutan Kota. TEMPO/Subekti

    Angkutan Kota. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bandung - Kelompok Riset Indie di Bandung akan menggratiskan ongkos naik angkutan kota di Bandung. Uji coba bernama Angkot Day itu melibatkan 200-an angkot jurusan Kebon Kalapa-Dago. Tujuannya adalah untuk menghadirkan layanan angkutan yang lebih baik. "Angkot Day merupakan kampanye dan eksperimen sosial untuk merespon masalah kemacetan di Bandung," kata Seterhen Akbar, koordinator Riset Indie, Rabu, 4 September 2013.

    Selama ini, angkot sering jadi kambing hitam kemacetan. Padahal, menurut riset, kemacetan disebabkan luas Bandung yang tak bertambah. "Sedangkan penduduk dan kendaran semakin banyak," ujarnya.

    Seterhen mengakui bila angkot ikut menyumbang kemacetan ketika berhenti atau mengetem untuk mencari penumpang. Karena itu, Angkot Day akan menjajal perjalanan angkot tanpa mengetem. "Angkot kami arahkan untuk jalan terus, kecuali saat penumpang naik dan turun," ujarnya. "Dengan cara itu, asumsinya penumpang akan senang dan bertambah banyak."

    Angkot Day rencananya akan diterapkan pada Jumat, 20 September 2013. Gratis ongkos penumpangnya berlaku dari pukul 05.00-19.00. Nantinya, tiap angkot akan didampingi satu relawan. Tugasnya: menjaga sopir tidak ugal-ugalan dan menyebarkan kuisioner soal angkot ideal ke penumpang. Untuk penyewaan 200 angkot itu, Riset Indie mengumpulkan dana dari anggota komunitas serta donatur melalui Internet. "Kami ingin ada perubahan layanan angkutan kota. Soal teknis dan kebijakan selanjutnya, kami serahkan ke pemerintah dan pemilik angkot," ujarnya.

    Sekretaris Organda Kota Bandung, Jaja Kusnadi, mengatakan kebiasaan angkot menunggu penumpang di beberapa ruas jalan sulit dihilangkan. Sebab, beberapa terminal angkot di Bandung sudah tidak layak untuk menjaring penumpang. Bahkan, beberapa terminal tidak berfungsi lagi. Soal angkot berhenti dengan tertib di jalan, terkendala jumlah halte yang mumpuni. "Cara komunitas itu untuk memperbaiki layanan angkot masih berat," kata Jaja.

    Untuk menata angkot di Kota Bandung, Jaja mengklaim sudah memiliki rancangan sendiri. Tinggal dibahas dalam kebijakan pemerintah kota. "Pola konsorsium angkutan seperti di Jakarta dengan menggaji supir, itu bisa untuk angkot," katanya.

    ANWAR SISWADI

    Topik terhangat:
    Delay Lion Air | Jalan Soeharto | Siapa Sengman | Polwan Jelita | Lurah Lenteng Agung

    Berita Terpopuler Lainnya
    Haji Lulung: Ahok Jangan Celetak Celetuk Slengean
    Keluhan Polwan: Sulit Tolak Atasan
    Harrison Ford Ngopi di Jakarta Bikin Heboh Twitter
    Kisah Penumpang Lion Air Tidur di Landasan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.