Selasa, 23 Oktober 2018

Karier Polwan Cantik Belum Tentu Mulus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Wanita (Polwan) dengan motor besar mengikuti upacara apel Operasi Ketupat Lebaran 2013 dikawasan Monas, Jakarta, (30/7). Apel Ketupat Lebaran tersebut diikuti 6.200 anggota TNI dan Polri. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Polisi Wanita (Polwan) dengan motor besar mengikuti upacara apel Operasi Ketupat Lebaran 2013 dikawasan Monas, Jakarta, (30/7). Apel Ketupat Lebaran tersebut diikuti 6.200 anggota TNI dan Polri. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Polwan umumnya perempuan-perempuan cantik yang sedap dipandang mata. Ada selentingan, kecantikan wajah ikut mempengaruhi tangga karier mereka. Namun Mabes Polri membantahnya.

    "Enggak ada (peningkatan karier berdasarkan penampilan)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Agus Rianto, kepada Tempo, Rabu, 28 Agustus 2013, di Mabes Polri.

    Menurut Agus, jenjang karier di Polri ada tahapan dan prosesnya. Itu juga berlaku untuk polwan yang hendak meningkatkan jenjang karier mereka. "Polwan mau naik pangkat ada seleksinya lagi, mau sekolah lagi ada seleksinya. Ada mekanisme yang harus dilalui, sama seperti polki (polisi laki-laki)," ujar Agus.

    Agus mencontohkan, terbukanya peluang karier yang sama itu dibuktikan dengan banyaknya polwan yang kini jadi perwira. Polwan yang lulus sekolah staf perwira tinggi lalu berpangkat jenderal juga ada. "Ada standar yang ditetapkan untuk dipatuhi bersama," kata Agus. Dia menegaskan, kesempatan antara polwan dan polki untuk meniti karier pun sama.

    Ihwal relatif sedikitnya polwan yang menduduki jabatan tinggi, menurut Agus, itu adalah hal yang wajar. Sebab, persentase jumlah personel polwan dibanding polki memang jauh berbeda. "Polwan sekali didik cuma berapa ratus, sedangkan polki sekali didik berapa ribu. Kan beda," kata Agus.

    Meski persentase jumlahnya relatif sedikit, Agus menegaskan, tak sedikit polwan yang menduduki jabatan tinggi. "Ada banyak jenderal, di lembaga pendidikan ada, di BNN ada, Kombes banyak, sesuai dengan jenjangnya," kata Agus.

    AMIRULLAH


    Berita Terpopuler:
    Bos Lion Air: Kami Kecolongan di Bali
    Jaksa Selidiki Korupsi di Acara Anang-Ashanty
    Tujuh Mitos dan Fakta Masturbasi
    Lion Air Delay, Alvin Adam Terpaksa Menginap
    Megawati Kerap Ajak Jokowi Diskusi Masalah Bangsa



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.