Keluhan Polwan: Sulit Tolak Atasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bripda Primasari Dewi menjual jamu dan memberi penyuluhan kepada pengemudi becak dan warga di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, (1/9/). Penjualan jamu oleh Polwan ini merupakan bagian dari peringatan HUT Polwan ke 64 dan juga mensosialisasikan slogan

    Bripda Primasari Dewi menjual jamu dan memberi penyuluhan kepada pengemudi becak dan warga di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, (1/9/). Penjualan jamu oleh Polwan ini merupakan bagian dari peringatan HUT Polwan ke 64 dan juga mensosialisasikan slogan "JAMU" atau Jaga Dirimu dari narkoba dan tindak kejahatan. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih banyak kisah polwan yang belum terungkap di media massa. Meski polwan Indonesia baru saja merayakan hari jadinya yang ke-65 pada 1 September 2013 dengan meriah, ada kisah-kisah sedih polwan yang merasa hanya diperhatikan karena penampilannya yang aduhai, bukan karena kompetensinya sebagai polisi.

    Sumber Tempo di tubuh Polwan--yang sayangnya menolak disebut namanya--menuturkan bahwa masih banyak pejabat Polri--terutama yang menjadi pimpinan--yang memanfaatkan posisi mereka untuk menekan polwan bawahannya.

    "Kalau komandan sudah punya keinginan atau kemauan, hampir tidak mungkin bisa ditolak, meski kalau dipertimbangkan secara akal dan logika sangat tidak masuk akal," ujar sumber ini, akhir Agustus 2013 lalu.

    Misalnya saja, ada pejabat kepolisian yang minta polwan bawahannya siaga 24 jam di sampingnya, di mana pun dia berada. "Komandannya cuma bilang: 'Kamu bawahan saya mesti nurut apa kata saya!'" kata si sumber.

    "Ada juga komandan yang genit, sering menelepon di malam hari hanya buat ngobrol atau mengajak pergi keluar," sumber ini menambahkan.

    Rata-rata para polwan tidak bisa menolak karena takut kariernya terancam. Hanya sedikit yang berani mengadu dan membuat perubahan. Padahal, jika diadukan, ada komandan yang sudah kena sanksi karena meminta polwan anak buahnya melakukan hal di luar urusan kedinasan. "Sayangnya, polwan itu banyak yang anak bawang, jadi takut," katanya.

    Selain itu, polwan yang menuruti permintaan atasannya tanpa banyak cingcong biasanya akan dihujani dengan berbagai fasilitas dan kemudahan dari komandannya. "Mereka jadi terjerumus," kata sumber ini.

    Ketika dikonfirmasi, Brigjen Basaria Panjaitan, salah satu polwan dengan pangkat tertinggi saat ini, membantah sinyalemen itu. Menurut dia, hal semacam itu lazim terjadi di institusi dan profesi mana pun, tidak hanya polisi. "Di mana-mana juga pasti ada yang seperti itu, sekarang tergantung individunya," kata Basaria.

    HADRIANI P


    Berita Terpopuler:
    Bos Lion Air: Kami Kecolongan di Bali
    Jaksa Selidiki Korupsi di Acara Anang-Ashanty
    Tujuh Mitos dan Fakta Masturbasi
    Lion Air Delay, Alvin Adam Terpaksa Menginap
    Megawati Kerap Ajak Jokowi Diskusi Masalah Bangsa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.