Kasus Briptu Rani, Mabes Polri: Pelecehan itu Tabu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polres Mojokerto yang baru dipecat, Briptu Rani saat ditemui di sebuah kafe di kawasan Plasa Tunjungan 2 Surabaya (31/7). Ia pernah bolos tugas selama tiga bulan berturtu-turut. TEMPO/Fully Syafi

    Anggota Polres Mojokerto yang baru dipecat, Briptu Rani saat ditemui di sebuah kafe di kawasan Plasa Tunjungan 2 Surabaya (31/7). Ia pernah bolos tugas selama tiga bulan berturtu-turut. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta -Briptu Rani mengaku mendapat pelecehan seksual dari atasannya, bekas Kepala Polres Mojokerto Ajun Komisaris Besar Eko Puji Nugroho. Atas tuduhan itu, Eko Puji dicopot jabatannya dan menjalani pemeriksaan, sementara Rani dipecat dari Polri. Benarkah Polwan cantik kerap mendapat perlakuan tidak senonoh dari atasannya?

    "Kasus pelecehan di lingkungan Polri itu tabu, apalagi atasan-bawahan. Makanya pimpinan tegas dalam kasus itu (yang dituduhkan Briptu Rani)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto pada Tempo, Rabu, 28 Agustus 2013, di Mabes Polri.

    Menurut Agus, meskipun pengakuan Rani belum tentu terbukti, ketegasan Polri itu ditunjukan dengan pencopotan Eko Puji Nugroho dari jabatan Kapolres. Sejauh ini, proses yang dilakukan untuk membuktikan adanya pelecehan itu masih berlangsung. Bila terbukti, bakal ada sanksi yang akan dijatuhkan pada Eko Puji. "Apabila tidak terbukti, tentunya akan diberi jabatan lagi," kata Agus.

    Sebelumnya, Rani merasa geram atas kasus yang menimpanya. Dirinya yang mengaku sebagai korban pelecehan justru dipecat sebagai Polwan. "Yang sana (Kapolres) aja cuma diturunin jabatannya, aku dicopot selamanya. Adil nggak, sih?" ujarnya.

    Menurut Agus, pemecatan yang dialami Rani dilakukan karena yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran berkali-kali. "Sebetulnya yang tertutupi itu, yang bersangkutan (Rani) memang telah melakukan pelanggaran disiplin berulang. Tidak masuk, sidang, mangkir lagi, sidang lagi," kata Agus.

    Rani, kata Agus, sudah lebih dari tiga kali diberi Surat Keputusan Hukuman Disiplin. "Jadi kalau sudah tiga kali, itu sudah dapat dilanjutkan ke sidang kode etik untuk rekomendasi pemecatan," ujar Agus.

    AMIRULLAH

    Topik terhangat: Jalan Soeharto | Siapa Sengman | Polwan Jelita | Lurah Lenteng Agung | Rupiah Loyo  

    Berita terpopuler:
    5 Bintang yang Berakhir Jadi Gelandangan
    Briptu Rani: Keramahan Saya Disalahartikan
    Jusuf Kalla: Jokowi Harus Nyapres
    Sengman Pernah Hadir ke Wisuda Anak SBY?
    Relokasi Blok G Cepat, Jokowi Tungguin Tukang Cat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.