Benarkah Polwan Cantik Sekadar Jadi Pelengkap?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigjen Pol. Basaria Panjaitan. Istimewa

    Brigjen Pol. Basaria Panjaitan. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Korps Polisi Wanita Kepolisian Republik Indonesia pada Ahad, 1 September 2013, genap memasuki usia ke-65. Para polwan ini terus berbenah untuk meningkatkan kualitas mereka. Tentu saja tantangan dan hambatan selalu muncul di sana-sini.

    Hambatan yang paling kentara adalah masih kuatnya persepsi publik bahwa polwan hanya pelengkap penderita di jajaran kepolisian. Padahal, ada banyak sosok polisi perempuan yang berkecimpung di reserse atau dipercaya memegang wilayah menjadi kapolres.

    "Tak ada pilihan, kami harus terus berbenah dan belajar, itu yang paling utama, sehingga bisa diberikan kepercayaan oleh pimpinan," tutur Brigjen Basaria Panjaitan kepada Tempo, Jumat, 30 Agustus 2013. Basaria adalah polwan dengan pangkat tertinggi saat ini di jajaran kepolisian.

    Komisaris Besar Sri Handayani, Kepala Sekolah Polwan, yang juga sedang menjalani pendidikan di PTIK, berharap polwan senantiasa dapat terus meningkatkan kapasitas masing-masing secara pribadi. "Jangan sampai adik-adik kita ini tidak pernah dapat kesempatan untuk berbicara. Jika mereka sudah mampu, harus diberikan ruang, itu sangat diperlukan," tutur Basaria.

    Perwira lain, AKBP Dewi Hartati, menyatakan hal senada. Jika seorang polwan dirasa sudah cukup mumpuni, seharusnya dia diberi kesempatan membuktikan dirinya di lapangan.
    "Biarpun mereka belajar, berusaha, kalau tidak ada kesempatan yang diberikan, ia tidak akan berkembang. Jika tidak diberikan peluang untuk berkembang, ia tidak akan terlihat potensinya sebesar apa," ia memaparkan lagi.

    Selain mendapatkan kesempatan yang sesuai dengan kapasitas, Basaria berharap, pada masa depan, polwan mengatur sumber dayanya agar ada kesesuaian antara latar belakang pendidikan dan jenis pekerjaan mereka. “Misalnya yang lulusan pendidikan dokter bisa spesialisasi pada forensik, lulusan fakultas hukum fokus ke mana, lulusan olahraga juga fokus. Jadi masing-masing dapat dikelompokkan sesuai dengan disiplin ilmunya," Basaria menambahkan.


    HADRIANI P | AISHA S


    Baca Edisi Khusus Polwan Jelita di sini.

    Berita Polwan lainnya:

    Tiga Poin Penting Pendidikan Polwan

    Syarat Jadi Polwan: Tak Boleh Kawin Dulu

    Polwan Pun Bisa Jadi Kapolri

    Polwan Indonesia Memang Harus Cantik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara