Sabtu, 17 November 2018

Polisi Sita Uang Milik Isteri Tersangka Bom Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Solo:Tim Investigasi Kasus Bom Bali menyita uang Rp 3 juta yang disimpan Ny. Paridah, isteri Ali Gufron alias Muchlas, salah seorang tersangka kasus bom Bali. Uang tersebut diduga sebagian dari dana operasional Jamaah Islamiyah yang diberikan oleh Wan Min kepada Muchlas. Paridah sendiri mengaku kalau uang tersebut merupakan uang tabungan keluarga yang dikumpulkan Paridah bersama suaminya ketika masih di Malaysia. Sumber Tempo News Room di Polres Klaten mengatakan bahwa penyitaan tersebut dilakukan ketika tim penyidik memeriksa Paridah sebagai saksi kasus peledakan bom Bali, Senin (6/1) lalu. Dalam pemeriksaan tersebut, Paridah mengaku, sebelum Muchlas ditangkap sempat menitipkan uang sebanyak Rp 3 juta sebagai bekal hidup. "Namun polisi meyakini uang itu sebagian dari uang yang diberikan Wan Min kepada Muchlas," ujar sumber tersebut. Kasat Serse Polres Klaten Ajun Komisaris Polisi Surya Aji mengatakan tidak mengetahui sama sekali perihal penyitaan uang tersebut. Dia mengakui Senin memang ada pemeriksaan, tapi yang melakukan adalah anggota tim penyidik yang didatangkan langsung dari Bali. "Saya tidak berwenang memberikan keterangan. Mungkin ke Polwil saja," tukasnya. Kepala Polwil Surakarta Komisaris Besar Hasyim Irianto yang dimintai konfirmasi mengenai hal ini mengaku belum mengetahui dan tidak mendapatkan laporan hal itu karena yang melakukan pemeriksaan adalah tim khusus yang tidak berada di bawah komandonya. Meski demikian, kalau pun memang benar ada uang yang disita, Hasyim yakin uang tersebut tidak mungkin hilang. "Semua barang bukti itu dikumpulkan," tegasnya. Paridah sendiri tidak bersedia ditemui dan memberikan komentar soal uang yang disita tersebut. Menurut Vera Kartika Giantari SH, kuasa hukum Paridah dalam kasus pelanggaran imigrasi, kliennya memang nampak shock sehabis menjalani pemeriksaan di Polres Klaten. "Dia menangis terus menyesali karena merasa tidak bisa menjaga amanat dari suaminya menyimpan uang keluarga. Tapi karena hal ini di luar kasus yang saya tangani saya tidak bisa mengatakan lebih banyak," tutur Vera. Sementara itu, keluarga Makmuri alias Muri, salah seorang tersangka kasus bom Bali boleh bernapas lega. Gaji Makmuri yang menjadi guru SD Negeri Delanggu itu tetap boleh diambil meskipun yang bersangkutan ditahan di Mapolda Bali. "Tapi syaratnya harus ada surat kuasa dari yang bersangkutan bahwa gajinya diambilkan orang lain," kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Klaten, Muhadi SH, Selasa (7/1). Pernyataan tersebut dikemukakan Muhadi menjawab keluhan keluarga Makmuri yang merasa dipersulit ketika bermaksud mencairkan gaji Makmuri. Menurut Muhadi, sesuai dengan aturan yang berlaku, gaji PNS hanya bisa diambil oleh yang bersangkutan dan tidak bisa diwakilkan tanpa ada surat kuasanya. "Gaji Pak Muri masih utuh di simpan di brankas bendahara Kantor Cabang Diknas Delanggu," tukas Muhadi lagi. Muhadi membantah pihaknya mempersulit pencairan gaji Warga Tanon, Kepanjen, Delanggu, yang dituduh menyembunyilkan para pelaku peledakan bom Bali tersebut. Menurut dia, tidak ada alasan untuk menahan gaji seorang PNS sekalipun dia ditahan dengan tuduhan yang berat. "Ini semata-mata alasan adminstrasi," tandasnya. Kepala Cabang Diknas Delanggu Subardi membenarkan gaji Makmuri sebesar Rp 1.261.000 itu masih disimpan di kas bendahara kantornya. Makmuri merupakan pengawai negeri sipil (PNS) dengan golongan pangkat III D. "Secara pribadi saya ingin segera memberikan, tapi dari Diknas Klaten memerintahkan untuk disimpan dulu. Makmuri juga masih punya utang di koperasi, maksud saya kalau gaji itu saya berikan bisa untuk membayar hutang tersebut," kata dia. (Imron Rosyid-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.