Kisah Ibu Ini 'Olohok' saat Disatroni Densus 88  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di lokasi baku tembak antara anggota Densus 88  dengan terduga teroris di Jl Veteran, Tipes, Solo, Jumat (31/8) malam. Baku tembak tersebut menewaskan satu anggota densus dan dua terduga teroris. TEMPO/Andry Prasetyo

    Polisi berjaga di lokasi baku tembak antara anggota Densus 88 dengan terduga teroris di Jl Veteran, Tipes, Solo, Jumat (31/8) malam. Baku tembak tersebut menewaskan satu anggota densus dan dua terduga teroris. TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Bandung - Sabtu dinihari 17 Agustus, Nova Junimaria, dibangunkan suara gedoran pintu di rumahnya di Banjaran, Kabupaten Bandung. Meski kaget dan takut-takut lantaran suaminya, Tisna, sedang tak di rumah, wanita 31 tahun ini, beranjak bangun dan melangkah ke ruang tamu lalu membuka pintu.

    Ibu satu anak ini langsung mengkeret saat mendapati dua pria tak dikenal berdiri di hadapannya sambil mengaku,"Punten, kami dari kepolisian dan Densus 88." Seketika sisa kantuk Nova lenyap. Sambil gemetaran, ia pun mempersilakan kedua polisi tanpa seragam itu duduk di ruang tamunya yang sederhana. Jarum jam menunjuk angka 01.30 WIB

    Nova kembali terkaget-kaget ketika salah satu tamu menanyakan apakah ia pernah punya atau pernah membeli motor skuter merek Yamaha Mio warna merah marun. "Saya bilang nggak pernah, memang nggak pernah punya motor," kata dia saat ditemui di rumahnya di Banjaran, Jumat 23 Agustus 2013.

    Penasaran, ia pun meminta para tamu menjelaskan alasan menanyakan barang yang tak pernah dia punya. Namun setengah guyon, sang tamu malah menuduh Nova ketinggalan zaman karena tak menonton televisi.

    Mereka lalu menjelaskan bahwa beberapa jam sebelum datang bertamu atau jelang tengah malam Kamis 16 Agustus, dua polisi di Tangerang Selatan, tewas ditembak dua pelaku penunggang Mio merah marun. "Terus dia bilang STNK motor pelaku yang menembak polisi itu atas nama dan alamat rumah saya di sini (Margahurip, Kecamatan Banjaran), persis,"tutur Nova.

    Selanjutnya: "Waktu itu saya cuma bisa olohok ..."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.