Ini Kata Direktur Kernel Oil Soal Suap SKK Migas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simon Gunawan Tanjaya Pejabat Pelaksana Tugas Kernel Oil Pte Ltd di Indonesia menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta (21/8) Simon Gunawan diperiksa sebagai tersangka dugaan pemberian suap SKK Migasi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Simon Gunawan Tanjaya Pejabat Pelaksana Tugas Kernel Oil Pte Ltd di Indonesia menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta (21/8) Simon Gunawan diperiksa sebagai tersangka dugaan pemberian suap SKK Migasi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO , Jakarta:Kernel Oil Pte. Ltd. merasa telah dimanipulasi oleh Devi Ardi, pelatih golf Rudi Rubiandini dalam kasus dugaan penyuapan Kepala SKK Migas non-aktif tersebut. Direktur Kernel Oil, Widodo Ratanachaithong mengaku sama sekali tidak mengetahui tujuan pentransferan uang yang diminta Ardi.

    "Baru setelah media memberitakan, saya menyadari telah dimanipulasi oleh Devi Ardi dan afiliasinya untuk mentransfer uang dari Singapura ke Jakarta," kata Ratanachaitong melalui laman resmi perusahaannya pada Jumat, 23 Agustus 2013.

    Kejadian yang diklaimnya sebagai pengelabuan oleh Devi Ardi tersebut bermula pada 20 Juli 2013. Ketika itu, Ratanachaitong bertemu dengan Ardi di Hotel Singapura. Ardi sendiri merupakan koleganya. "Setelah pertemuan tersebut, Devi Ardi meminta tolong menyimpankan uang tunai yang dimilikinya, sebesar US$ 700 ribu," ujarnya.

    Saat memutuskan menerima uang titipan tersebut, ia mengaku tak berpikir macam-macam. Alasannya, uang tunai tersebut seluruhnya berupa pecahan US$ 100 dan dibundel dengan nomor seri yang terlihat berurutan. "Uang tersebut sepertinya dari Bank Singapura sehingga saya semakin setuju untuk membantu Devi Ardi dan menyimpan uang yang diserahkan dalam tas batik," ujarnya.

    Ratanachaitong melanjutkan, beberapa hari kemudian Ardi menghubunginya. Ardi meminta uang tersebut ditransfer ke Jakarta sebesar US$ 300 ribu. "Saya me-request Simon Gunawan Tanjaya, partner dagang kami yang berdomisili di Jakarta untuk mentransfer," ujarnya.

    Permintaan mentranfer uang untuk kedua kalinya dilakukan Ardi pada akhir Ramadan. "Ini juga diselesaikan di Jakarta dan dilakukan oleh Simon dan tentu saya tahu bahwa uang sebesar US$ 400 ribu itu diterima oleh Devi Ardi," ujarnya. "Usai semua itu saya tak berpikir macam-macam, hingga akhirnya media memberitakan bahwa Kernel Oil tersangkut kasus penyuapan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini."

    Menurut dia, semua tuduhan media tidak mendasar. Baik Kernel Oil maupun dirinya adalah pihak yang tidak mengerti apa-apa. "Kami adalah perusahaan yang sangat kuat atas kebijakan anti-korupsi," ujarnya.

    Ia menegaskan siap bekerja sama dengan KPK. "Kami siap memberikan penjelasan kepada para investigator di Singapura atas apa yang terjadi selama ini."

    AYU PRIMA SANDI


    Berita Terpopuler:

    Soal Lurah Susan, Ini Kata Gus Sholah

    Soal Lurah Lenteng Agung,Jokowi-Ahok Diminta Tegas

    Rizieq Presiden, Suryadharma Ali Calon Wakil 

    Wiranto Manfaatkan 3 Stasiun Televisi Hary Tanoe

    Kisah Ibu Ini 'Olohok' saat Disatroni Densus 88 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.