Setelah 14 Tahun, UNS Solo Kembali KKN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Universitas Atmajaya Jakarta. TEMPO/Subekti.

    Mahasiswa Universitas Atmajaya Jakarta. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Surakarta - Setelah vakum selama 14 tahun, mulai 2013 ini Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengirim mahasiswa untuk program kuliah kerja nyata (KKN).

    Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNS Darsono mengatakan pengiriman mahasiswa KKN terhenti sejak 1999. "Waktu itu, pasca-reformasi situasinya tidak memungkinkan," katanya kepada wartawan seusai pelepasan mahasiswa untuk KKN di halaman kantor LPPM, Rabu, 21 Agustus 2013.

    Dia mengatakan kini KKN kembali wajib bagi mahasiswa angkatan 2011 dan setelahnya yang sudah menempuh 110 satuan kredit semester (SKS). Dia memperkirakan tiap tahun ada sekitar 6 ribu mahasiswa yang ikut KKN.

    Sebagai tahap awal, pada hari ini hanya dikirim 40 mahasiswa sebagai uji coba lapangan. Mereka akan memetakan lapangan dan membuka jalan bagi gelombang KKN yang lebih besar. "Mahasiswa yang dikirim hari ini sebagai proyek uji coba. Kami akan mengevaluasi kelemahan dan kekurangan yang timbul selama KKN ini," ujarnya.

    Peserta KKN yang lebih besar akan dikirim pada Januari 2014. Sekitar 5 ribu mahasiswa akan disebar ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Waktu KKN selama 1,5 bulan," katanya.

    Dari 40 mahasiswa yang dikirim, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Hukum belum berpartisipasi. Namun pada Januari 2014, semua mahasiswa di semua fakultas wajib ikut serta.

    Darsono membagi 40 mahasiswa menjadi 5 kelompok yang dikirim ke Boyolali, Sragen, Wonogiri, Klaten, dan Surakarta.

    Tiap kelompok terdiri dari mahasiswa lintas jurusan dan lintas fakultas. Masing-masing kelompok sudah memiliki tema untuk digarap yaitu pengentasan kemiskinan, pertanian terpadu, pengolahan susu, ekonomi kreatif, dan ekonomi kerakyatan.

    Salah seorang peserta, Pipit Widiatmaka mengaku sudah punya gambaran apa yang akan dikerjakan di Dukuh Dolon, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten. "Di sana ada industri gerabah dan pembuatan karak. Tapi masih kesulitan pemasaran dan belum ada inovasi produk," kata mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini. Dia dan kelompoknya akan berupaya merancang pemasaran agar semakin dikenal dan membuat berbagai variasi produk.

    UKKY PRIMARTANTYO


    Berita Terpopuler:
    5 Teknologi yang Mengancam Manusia

    Ini Kronologi Aksi Gadis Pemotong 'Burung' 

    Sidang Kasus Cebongan, Hakim dan Oditur Ketakutan

    Mantan Napi Ungkap Kengerian Penjara Korea Utara

    Beragam Penyebab Rupiah Terjun Bebas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk tetap waspada pandemi Covid-19 meski sedang liburan.