Eggi Sudjana Mengeluh Jarang Diwawancara Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Cagub Jatim, Eggi Sudjana (kiri) didampingi Bakal Cawagub Jatim, Edi Prasetio. ANTARA/Eric Ireng

    Bakal Cagub Jatim, Eggi Sudjana (kiri) didampingi Bakal Cawagub Jatim, Edi Prasetio. ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Surabaya - Calon gubernur Jawa Timur jalur perseorangan, Eggi Sudjana mengeluhkan sikap wartawan yang enggan mewawancarai dirinya. Keluhan itu disampaikannya setelah menghadiri deklarasi kesepakatan damai di Gedung Mahameru, Mapolda Jawa Timur, Ahad, 11 Agustus 2013.

    "Wartawan itu kalau nggak ngerubungi Soekarwo ya Khofifah. Ini kan bukti kalian kurang profesional, tapi itu hak kalian," kata Eggi.

    Bukan kali ini saja Eggi mengeluhkan kurangnya pemberitaan soal dirinya. Saat pengundian nomor urut peserta Pilkada Jawa Timur, akhir Juli 2013 lalu, Eggi pun mengeluhkan sedikitnya wartawan yang mewawancarai dirinya.

    Padahal, kata dia, pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang harus mengutamakan cover both sides. "Kalau (wartawan), maaf, sudah condong ke salah satu kandidat, kalian nggak punya nilai jurnalistik yang benar, nggak ada cover both sides," katanya.

    Menurut Eggi, dia dan pasangannya Moh Sihat, merupakan fenomena baru di Indonesia. Keduanya mendaftarkan diri menjadi pasangan calon gubernur-wakil gubernur lewat jalur independen dan berhasil mengumpulkan dukungan 1.141.641 KTP, melebihi dari syarat minimal 1.118.097 dukungan. Sebagai fenomena baru, Eggi merasa kecewa karena tidak mendapat porsi pemberitaan yang semestinya di media massa.

    Guna menghadapi masa kampanye yang dimulai 12 Agustus 2013 besok, Eggi mengaku telah menyiapkan sejumlah juru kampanye. Mereka adalah aktivis Malari Hariman Siregar, mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djayusman, aktivis Petisi 28 Haris Rusli, serta artis Ayu Azhari dan Eri Susan.

    Eggi mengaku siap bertarung melawan ketiga pasangan calon lainnya. Dia mengakui kalau tidak memiliki banyak duit untuk promosi. Ia lebih memilih meminta petunjuk kepada Allah daripada menggelar berbagai pertemuan berbiaya tinggi untuk menggalang dukungan. "Saya lolos (jadi calon) kan hasil petunjuk, bukan hasil pertemuan. Ini mukjizat. Siapa tahu nanti Allah yang memilih saya menang," katanya enteng.

    AGITA SUKMA LISTYANTI


    Topik Terhangat:
    Arus Balik Lebaran
    | Ahok vs Lulung | Sisca Yofie | Penembakan Polisi | Bom Vihara Ekayana

    Berita Terpopuler:
    Mabes Polri: Ada yang Mengaku Pembunuh Sisca Yofie 

    Sebelum Tewas, Sisca Yofie Datangi Penjahit 

    5 Isi SMS yang Paling Buruk

    Ditangkap, Sopir Koantas Terguling Mengaku Kernet 

    Sisca Yofie Mengaku Punya Butik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.