34 Warga Syiah Dipaksa Teken Ikrar Syahadat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Syiah bersama harta bendanya menunggu untuk di pindahkan dari tempat pengungsian di GOR Bulutangkis, Sampang, Madura, (20/6). Ribuan warga dan ulama menuntut warga Syiah dipindahkan dari Madura. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah warga Syiah bersama harta bendanya menunggu untuk di pindahkan dari tempat pengungsian di GOR Bulutangkis, Sampang, Madura, (20/6). Ribuan warga dan ulama menuntut warga Syiah dipindahkan dari Madura. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO , Jakarta:Kuasa Hukum pengungsi Syiah dan Direktur Eksekutif Yayasan Bantuan Hukum Universalia, Hertasning Ichlas mengatakan seorang warga Syiah Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang, Madura dijemput oleh Mat Hasan, Kepala Desa Karanggayam dan polisi.

    Mereka dibawa ke rumah kiai Safiudin Gersempal di Omben. Bupati Sampang Fanan Hasyib dan Kepala Kesbangpol Sampang Rudi Setiadi dan Kepala Polsek Omben sudah menunggu mereka di rumah itu. "Mereka dijemput dari rumahnya lalu dipaksa menandatangani ikrar yang berisi syahadat ulang untuk kembali ke ajaran Ahlus Sunnah," ujar Herta.

    Warga Syiah itu dipaksa untuk meneken 9 ikrar di hadapan tokoh dan pemerintah yang intinya syahadat ulang, menganggap ajaran Tajul Muluk sesat dan kembali ke Ahlus Sunnah. Ada pesan-pesan bahwa jika tidak menandatangani tidak dijamin keamanan rumah dan keselamatannya.

    Warga Syiah ini menolak ikrar pembaiatan ulang. Hertasning mengatakan mereka lalu dikawal polisi ke Mapolres dan bertemu Wakapolres, dan dibawa ke terminal bis. Mereka disuruh keluar dari Rusunawa karena takut tidak aman. Warga Syiah itu lalu memilih melaju dengan bus ke Jakarta dengan alasan takut penolakan ikrar berdampak pada kekerasan dan perusakan rumahnya.

    Hertaning dari YLBHU mengaku sudah ada 34 orang warga Syiah yang mengalami hal serupa. Pemaksaan ikrar terhadap warga Syiah telah terjadi 5 hari belakangan. Pemaksaan itu berhasil membuat sejumlah warga Syiah meneken ikrar pertobatan yang sebenarnya ditolak tegas oleh Presiden SBY. Rapat penyelesaian rekonsiliasi kala itu berlangsung di Surabaya bersama 10 menteri, Kapolri, Gubernur Jawa Timur dan Bupati Sampang.

    YLBHU memandang pemaksaan itu sebagai pembangkangan terhadap aturan pemerintah. "Negara kita ini lemah dalam menindaklanjuti tindak kebencian yang dilakukan oleh aparatnya sendiri di daerah," kata Herta.

    “Fase-fase lebaran sangat berbahaya, terdapat sekitar 34 warga Syiah yang tak mengungsi, kondisi mereka terus mendapat ancaman oleh para warga sekitar, hal ini juga terjadi pada hari-hari sebelumnya,” kata Hertasning.

    APRILIANI GITA FITRIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.