Pilot Lion Air Mengira Ada Anjing di Landasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Lion Air. Tempo/Aditia Noviansyah

    Pesawat Lion Air. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pilot pesawat Lion Air yang tergelincir di Bandara Jalaluddin, Gorontalo, tadi malam, Selasa, 6 Agustus 2013, Iwan Permadi, mengira ada anjing di landasan bandara ini. "Ternyata tiga ekor sapi yang sedang melintas di tengah landasan ketika prosedur mendarat telah dijalankan," ujar dia di Gorontalo, Rabu, 7 Agustus 2013.

    Gara-gara menubruk kawanan sapi itulah, kata Iwan, pesawat yang melaju dengan kecepatan 40 knot tidak bisa direm lagi hingga meleset ke luar landasan. "Beruntung, tanah di sekitar landasan becek sehingga pesawat bisa berhenti. Suasana kabin bisa dikontrol, tapi kami sempat melihat ada asap dan bau menyengat seperti daging terbakar," ujar dia.

    Menurut dia, kondisi pesawat laik terbang. Selain itu, saat akan mendarat di Bandara Jalaluddin, pilot memastikan semua prosedur berjalan normal, laporan cuaca bagus, dan komunikasi dengan pihak bandara berjalan lancar.

    Sebelum pilot mengumumkan evakuasi, beberapa penumpang sudah turun duluan melalui pintu dan jendela darurat, sehingga terdapat dua penumpang yang mengalami cedera patah kaki.

    "Saat kami akan memutar pesawat, ternyata di sebelah kiri roda pesawat terlihat ada sapi tergilas dan di sebelah kanan penuh bercak darah, itu penyebab pesawat tidak terkontrol," kata Iwan.

    Dia mengaku tidak mengetahui seberapa sering landasan Bandara Jalaluddin dilintasi hewan. Sebelumnya, Iwan pernah melihat ada beberapa ternak di sekitar landasan pada siang hari. "Sepertinya sapi dalam kondisi silau oleh cahaya dan akhirnya berputar-putar di landasan," kata dia.

    Ia juga memastikan tak ada percikan api di tubuh pesawat dan seluruh korban selamat. Pesawat dengan nomor penerbangan JT-892 tersebut mengangkut 110 penumpang, termasuk lima bayi, serta tujuh kru termasuk pilot Iwan Permadi dan kopilot Faisal Hasnan.

    Peristiwa pesawat Lion Air tergelicnir itu terjadi pada Selasa malam, 6 Agustus 2013, sekitar pukul 21.00 Wita. Saat ini pesawat dan bangkai sapi masih berada di area landasan bandara.

    ANTARA | ELIK

    Topik terhangat:

    Bom Vihara Ekayana
    | Mudik Lebaran | Ahok vs Lulung | Capres 2014

    Berita lainnya:
    Vanny Rossyane: Saya Pernah Aborsi Anak Freddy
    Obrolan Khusus Jokowi dan Setiawan Djodi

    Mobil Dinas DPR RI Disewakan untuk Mudik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.