Rabu, 14 November 2018

Mengapa Aburizal Bakrie Tetap Ngotot Maju Capres?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Muhammadiyah mendesak Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengundurkan diri sebagai calon presiden. Saran mundur ini disampaikan ketika Aburizal Bakrie memaparkan visi dan misinya dalam pertemuan di Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa kemarin, 6 Agustus 2013.

    "Kalau tak mampu selesaikan, mundur saja. Lebih baik duitnya digunakan untuk kepentingan lain," kata Anwar saat berdialog dengan Aburizal Bakrie di Kantor Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2013. Anwar pesimistis Aburizal bisa menang meskipun sudah habis-habisan mengeluarkan dana.

    Namun desakan itu tak ditanggapi Aburizal. Mantan Menko Kesra ini mengaku punya alasan tetap maju sebagai calon presiden dari Partai Golkar. Sejumlah hal menjadi pertimbangan. "Saya tak akan mundur," kata Ical--sapaan Aburizal--di depan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dan sejumlah pengurus lainnya.

    Ical mengatakan kasus lumpur Lapindo yang kerap menjadi pengganjal tingkat elektabilitasnya tak akan menjadi masalah. Aburizal menyakini, meski kerap dipersepsikan negatif dengan kasus Lumpur Lapindo, elektabilitasnya cukup tinggi.

    Malah, Ical klaim elektabilitasnya tinggi di Sidoarjo. "Kalau lihat masalah pencapresan, elektabilitas terbesar di Jawa Timur bukan di Nganjuk, tapi di Sidoarjo," kata Ical. Pun soal tingkat popularitas di Sidoarjo.

    Menurut Aburizal, masyarakat di Sidoarjo mengetahui keadaan yang sebenarnya. Aburizal mengatakan sudah berkali-kali mendatangi korban lumpur Lapindo di Sidoarjo. Lagi pula, kata Ical, dirinya sudah habis-habisan menggelontorkan dana Rp 9 triliun kepada korban lumpur Lapindo. "Itu duit dari mana? " kata Ical. "Kantong pribadi."

    Ical mengatakan, kalau mau menghindari membayar ganti rugi, sebenarnya dia bisa membuat perusahaan Lapindo Brantas bangkrut. Namun dia menghindari cara itu. Ical berniat menyelesaikan persoalan ini dengan membeli lahan yang terkena dampak luapan lumpur Lapindo. "Ini bukan ganti rugi karena saya tidak salah," ujar dia.

    Toh, kata dia, orang Sidoarjo merasakan manfaat dari Lapindo sekarang ini. Pembelian yang dia lakukan mencapai 20 kali nilai jual obyek pajak tanah di kawasan tersebut. "Sekarang pembayaran sudah mencapai 90 persen," kata dia.

    Karena itu, Ical mengaku tak mundur. Ia juga akan habis-habisan untuk pencalonannya itu. "Sekali sudah kembangkan layar, tak akan mundur," ujar dia.

    WAYAN AGUS PURNOMO

    Berita lainnya:
    Ahok III: Lebih Baik Didik Rakyat Taat Konstitusi
    Ahok II : Jakarta Bukan Sulap Lampu Aladin
    Ahok I : Kelas Melarat dan Konglomerat Punya Oknum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?